Kejaksaan KSB Tangkap DPO Kasus Penjualan Tanah Orang Lain

0

Taliwang (Suara NTB) – Tim Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumbawa Barat menangkap seorang buronan bernama Muhammadong. Bersangkutan selama ini masuk daftar pencarian orang (DPO) atas kasus pemindahtanganan hak atas tanah milik orang lain.

Penangkapan Muhammadong oleh tim Kejaksaan KSB berlangsung di wilayah pulau Maringkik, kecamatan Keruak, Kabupaten Lombok Timur pada, Jumat, 3 November 2023. Dibantu oleh Polsek Keruak, Muhammadong tak dapat berkutik saat ditangkap dan langsung dieksekusi ke Lapas Kelas II/a Sumbawa Besar. “Bersangkutan sudah kami eksekusi (bawa) ke Lapas Sumbawa,” terang Kasi Intelejen Kejari KSB Rasyid Yuliansyah SH MH yang turut serta dalam proses penangkapan.

Rasyid menjelaskan, sebelumnya Muhammadong telah divonis 8 bulan hukuman penjara oleh Pengadilan Negeri (PN) Sumbawa atas tindakannya. Bersangkutan dipidana setelah dinyatakan  terbukti melanggar Pasal 385 Ayat (1) ke-1 KUHP  karena telah memindahtangankan hak atas tanah milik orang lain.  “Vonis majelis hakim PN Sumbawa telah berkekuatan hukum tetap melalui Putusan Pengadilan Negeri Sumbawa Besar Nomor : 41 / Pid.B / 2021 / PN Sbw.,” paparnya.

Adapun kronologi tindak pidana yang dilakukan Muhammadong bearawa di tahun 2012 lalu. Ia menjual sebidang tanah seluas 1,68 hektar yang diakui sebagai pemberian orangtuanya almarhum yang terletak di dusun Nangka Lanung, desa Benete, kecamatan Maluk. Padahal tanah tersebut nyatanya bukan miliknya. Sebab sebelumnya pada tahun 1988 tanah itu telah dijual oleh orang tua terdakwa kepada saksi Usman Abdullah dengan harga Rp 90.000 (disertai kwitansi pembelian). Saksi Usman Abdullah selanjutnya pada tahun 1990 menjual tanah tersebut kepada saksi Budianto Halim dengan harga Rp 470.000 (disertai kwitansi pembelian).

Namun dalam perjalanan, pada tahun 2012 Muhammadong yang merupakan anak dari pemilik awal tanah tersebut kembali menjualnya kepada beberapa orang dengan nilai masing-masing Rp 8.000.000. Mereka yang membeli kepada Muhammadong adalah saksi Subhan dan Ibunya Rafiah, saksi Arfah, Saksi Zakaria, saksi Hamzah dan saksi Max Darmawan dengan total nilai hasil penjualan yang didapatkannya sebesar Rp64.000.000.

Atas tindakan inilah Muhammadong kemudian dilaporkan ke penegak hukum. Dalam persidangan ia kemudian divonis bersalah oleh majelis hakim PN Sumbawa. (bug)