Perekaman e-KTP Warga KLU Tersisa 0,56 Persen

0

Tanjung (Suara NTB) – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Lombok Utara, terus meningkatkan persentase perekaman Adminduk (e-KTP, KK, Akta dan KIA). Dari dokumen yang sedianya diterbitkan, dinas telah mencapai perekaman khusus KTP mencapai 99,44 persen, atau menyisakan 0,56 persen.

Kepala Dinas Dukcapil KLU, H. Rubain, Kamis, 2 november 2023 mengatakan pihaknya masih mengupayakan perekaman data Adminduk yang belum tuntas. Dari target perekaman data kependudukan jenis Kartu Keluarga, telah terpenuhi 100 persen. Sedangkan Akta dan KIA berfluktuasi mengikuti angka kelahiran.

“Untuk KTP, kita sedang proses merekam yang belum. Ada yang (pemilih) pemula, ada juga yang lama tapi statusnya jompo,” kata Rubain

Ia menyebutkan, jumlah penduduk Lombok Utara saat ini sebanyak 262.419 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 70,45 persen atau 184.899 orang wajib KTP. Penduduk yang telah memiliki KTP sebanyak 183.861 orang, sehingga sisa warga yang belum ber-KTP sebanyak 1.038 orang.

Dalam proses perekaman adminduk, tambah dia, Dukcapil menggerakkan pelayanan secara mobile untuk mendukung perekaman di 2 kantor Camat (Bayan dan Kayangan), 8 Puskesmas, 1 rumah sakit, dan 8 Desa.  Desa-desa yang saat ini menjadi pionir perekaman Adminduk tingkat desa meliputi, Pemenang Barat, Malaka, Jenggala, Samba, Darussalam, Genggelang, Sambik Elen, dan Kayangan.

“Kawan-kawan operator juga bergerak ke SMA dan Madrasah. Ada yang tersisa 20 orang, 40 orang. Kadang saat kita datang pun, tidak ada yang merekam karena sebagian inisiatif datang ke Dukcapil,” sambungnya.

Rubain mengakui, ekspansi tambahan pelayanan di lebih dari 8 desa masih terkendala jumlah operator. Dimana, staf operator kebanyakan berstatus tenaga kontrak daerah. Untuk merekrut operator tambahan, usulan Dinas harus mendapat persetujuan Sekretariat Daerah berkenaan dengan kemampuan anggaran daerah.

Pada beberapa Faskes yang dianggap sudah merekam secara maksimal, Rubain melihat celah yang memungkinkan operator digeser ke desa-desa secara parsial. Pergeseran ini bersifat sementara karena peralatan dan tenaga masih dibutuhkan oleh Faskes.

“Kita perhitungkan juga posisi Opera, kita sesuaikan domisili operator berada dekat dengan titik pelayanan,” imbuhnya. (ari)