Perlu Ada Kepastian Anggaran

0

PROVINSI NTB dan NTT akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) ke XXII tahun 2028. Menjadi tuan rumah event olahraga multievent terbesar nasional ini tentu harus tersedia sarana dan prasarana yang sudah terstandarisasi.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi NTB, Drs.Tri Budiprayitno, M.Si mengatakan, terkait penataan venue untuk persiapan PON 2028, anggaran yang dibutuhkan mencapai puluhan miliar rupiah. Mengingat, hampir semua sarpras olahraga di NTB membutuhkan perbaikan atau penataan.

“Ini bukan perkara Rp1 miliar, Rp2 miliar atau belasan miliar, tapi ini puluhan miliar yang harus kita siapkan, apalagi berbicara penataan venue,” kata Tri Budiprayitno kepada wartawan Rabu, 25 Oktober 2023.
Tri mengaku sudah beberapa kali melakukan pertemuan dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) untuk membahas terkait hal itu. Namun Kemenpora belum bisa membicarakan lebih jauh mengenai PON 2028 lantaran sedang fokus pada penyelenggaraan PON 2024 Aceh – Sumut.
“Sepertinya kita belum bisa diskusi banyak dengan Kemenpora terkait ini, karena masih fokus dengan PON 2024. Sembari itu berjalan kita juga harus memastikan atau membuat roadmap untuk PON 2028,” ujarnya.

Guna menyukseskan penyelenggaraan PON 2028 nanti, Pemprov NTB dalam hal ini Penjabat (Pj) Gubernur NTB, Drs. Lalu Gita Ariadi, M.Si secara intens berkoordinasi dengan ITDC.
Hal itu dilakukan, agar pihak ITDC turut membantu membuat skenario atau plan alternatif untuk pembangunan venue olahraga di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika.
“Kemarin sangat bagus, Pak Pj sudah melakukan diskusi intens dengan ITDC untuk membuat skenario atau sebuah plan alternatif untuk masalah pembangunan venue olahraga di kawasan yang dikelola ITDC,” jelasnya.

Dalam pelaksanaan PON 2028 nanti, ada sekitar 54 Cabang Olahraga (Cabor) yang akan dilombakan. Dari jumlah tersebut, akan dibagi dalam dua tempat, yakni 27 Cabor dilombakan di NTB dan 27 Cabor lagi dilombakan di NTT.
“Jadi kalau saya lihat dari 27 Cabor itu, rata-rata kita masih harus membuat venuenya. Tapi kalau untuk venue alam tinggal penataan. Bicara tentang berselancar kita ada. Tapi kalau terkait cabor Hockey dan dan sebagainya, kita belum punya,” ungkapnya.
Sebelumnya, Pj Gubernur NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si menginginkan agar kawasan Mandalika bisa menjadi sentra pembangunan venue-venue olahraga untuk mendukung pelaksanaan PON XXII tahun 2028 di NTB-NTT.

Ia mengatakan harus segera dibangun roadmap atau peta jelan Road to PON 2028 untuk mempermudah perencanaan. Jika di Mandalika dijadikan sentra venue olahraga dalam kawasan yang cukup luas, maka tak hanya PON, namun di dalam satu tahun akan dipergilir berbagai event olahraga sehingga kawasan ini tidak akan pernah sepi.

Dalam pikirannya kata Lalu Gita, jika 300 hektare kawasan Mandalika ini dialokasikan secara khusus untuk pembangunan venue-venue olahraga, maka pusat sport tourism terbesar Indonesia ada di sini.
Tentu keuntungan dalam jangka panjang akan sangat banyak. Salah satunya jika Indonesia ditunjuk menjadi tuan rumah Olimpiade, maka venue alternatifnya adalah Mandalika.(ris)