Tahun 2024, Kawasan Pacuan Kuda di Mandalika Mulai Dibangun

0

Mataram (Suara NTB) – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika identik dengan keberadaan Sirkuit Mandalika. Padahal kawasan yang memiliki luas 1200 hektare ini memiliki banyak spot destinasi yang bisa dikunjungi oleh wisatawan. Untuk menambah destinasi, PT. ITDC akan bersama investor akan membangun kawasan pacuan kuda mulai tahun depan.

Dirut PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau ITDC Ari Respati mengatakan, jika tak ada hambatan, pembangunan pacuan kuda bertaraf internasional akan mulai dibangun di kawasan ini denga  luas yang hampir sama dengan Sirkuit Mandalika. Sirkuit sendiri memiliki luas 37 hektare.

“Kalau tahun depan mulai dibangun, maka tahun depannya lagi Insya Allah di tahun 2025 kita akan berkumpul membahas masalah balapan kuda,” kata Ari Respati kepada wartawan Minggu, 15 Oktober 2023.

Ia mengatakan, Mandalika sudah memili core bisnis sendiri yaitu sport tourism dan intertainment. Masuknya core bisnis intertainment di Mandalika karena hiburan  menjadi magnet yang bagus.

“Pacuan kuda ini sudah agreement dan saat ini masih dalam tahap desain. Tahun depan sudah mulai pembangunan,” terangnya.

Rencana investasi yang paling baru di Mandalika yaitu pembangunan table tennis stadium. Pihaknya sudah melakukan MoU dengan investor dalam rangka penjajakan kerjasama.

“Kalau tak ada aral melintang nanti di akhir tahun kami tanda tangan agreementnya,” katanya.

Adapun investasi awal pembangunan pacuan kuda sekitar 5 juta Dolar AS atau Rp 78 miliar (kurs Rp15.600) karena akan memiliki zona tersendiri yang berbeda dengan zona sirkuit. Nilai itu belum termasuk bangunan asrama kuda yang kemungkinan membutuhkan sekitar 8 juta Dolar AS serta rumah sakit kuda dengan nilai yang cukup besar juga.

Sebelumnya Gubernur NTB periode 2018-2023 Dr. H. Zulkieflimansyah menyebut, jika investor yang berminat membangun arena pacuan balap kuda ini adalah Aryo Puspito Setyaki Djojohadikusumo. Aryo merupakan keponakan Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto atau anak dari Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Hashim Djojohadikusumo.

Menurutnya, pembangunan arena pacuan kuda bertaraf internasional di KEK Mandalika merupakan suatu kemestian. Meski demikian, ujarnya, pihaknya akan menanyakan secara detail pada pihak yang bersangkutan mengenai rencana pembangunan arena pacuan balap kuda ini.

Namun, investor bukan hanya membangun arena pacuan kuda tetapi juga equestrian estate yang dilengkapi dengan area pemeliharaan kuda dan vila di sekitarnya.(ris)