PDI-P Kota Bima Letakkan Harapan Pj. Walikota Bisa Benahi Irigasi Pertanian

0

Kota Bima (Suara NTB) – PDI Perjuangan (PDI-P) Kota Bima menaruh harapan kepada Penjabat (Pj) Walikota Bima, Ir. H. Mohammad Rum MT, salahsatunya menata dan membenahi sistem atau saluran irigasi pertanian di Kota Bima.

PDI-P melihat hadirnya Mohamad Rum sebagai Pj. Walikota Bima akan membawa perubahan positif bagi Kota Bima terus pada aspek penataan Infrastruktur di Kota Bima. Mengingat yang bersangkutan merupakan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi NTB.

“Besar harapan kami, Pj Walikota bisa menata infrastruktur yang ada di Kota Bima lebih baik dan seapik mungkin sesuai kualifikasi keilmuan yang dimiliki,” kata Ketua DPC PDI-P Kota Bima, H. Ahmad Yadiansyah kepada Suara NTB, Jum’at, 6 Oktober 2023.

Ia ingin penataan infrastruktur tidak hanya pada aspek keindahan dan arsitekturnya. Tetapi juga lebih lebih kepada manfaat yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. Pasalnya masyarakat Kota Bima rata-rata mengeluhkan krisis air bersih. Tidak hanya untuk kebutuhan sehari-hari, tapi juga untuk sektor pertanian.

“Selain mengatasi air bersih bagi warga Kota Bima. Kami juga ingin Pj. Walikota mencermati kebutuhan air bagi para petani,” katanya.

Disamping itu, Ia menginginkan agar Pj Walikota bisa melihat kembali rangkaian saluran irigasi pertanian di Kota Bima, apakah sudah benar atau masih ada kekurangan sehingga bisa dicarikan solusi peningkatan dan perbaikan.

“Kita ingin agar sawah-sawah petani kita bisa diairi dengan air yang cukup sehingga biaya-biaya produksi petani efisien dan hasil panen melimpah,” katanya.

Ahmad Yadiansyah melihat para petani di Kota Bima banyak yang mengunakan mesin untuk mengairi sawahnya. Hal itu menurutnya sangat tidak baik karena biaya operasional para petani semakin membengkak atau tinggi. Untuk mengatasi itu, penataan irigasi adalah solusinya.

“Pada sisi lain, kami meyakini jika saluran irigasi ditata dan diperhatikan dengan sungguh-sungguh, bencana banjir yang kerap terjadi di Kota Bima dapat diminimalisir,” pungkasnya. (uki)