Pilkada KSB 2024, Berpeluang Muncul Tokoh Baru dan Potensial Melakukan Perubahan

0
Najamuddin Amy (Suara NTB/ist)

Taliwang (Suara NTB) – Hendry Kusnadi, SAP, MAP selaku Direktur Komunitas Kajian Kebijakan Publik (K3P)- Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dalam pengamatannya sejauh ini, Pilkada KSB 2024 membuka ruang bagi hadirnya  tokoh-tokoh baru yang tentunya memiliki potensi dan siap melakukan perubahan-perubahan. Terutama dalam memperbaiki birokrasi dan kebijakan publik yang selama ini belum mampu menjawab persoalan dalam masyarakat KSB.

‘’Tentunya tokoh-tokoh ini harus datang dari kalangan birokrat yang sudah teruji dan terukur dengan track record yang baik,’’ ujar Hendry melalui rilisnya yang diterima Suara NTB, Selasa, 3 Oktober 2023.

Hendry menyebut, salah satu tokoh baru yang memiliki potensi dan siap melakukan perubahan adalah Dr. Najamuddin Amy, S.Sos, MM yang saat ini menjabat sebagai Kadiskominfo Provinsi NTB. Doctor Najam sebelumnya pernah cukup lama berkarir di KSB. Najam juga ikut serta dalam menggoalkan beberapa program kebijakan yang menjadi prioritas Pemda KSB  saat itu bersama Kyai Zulkifli Muhadli dan Drs. H. mala Rahman.

‘’Sudah saatnya kita sebagai masyarakat KSB berani keluar dari hegemoni politik dan upaya mempertahankan status quo yang anti terhadap perubahan,’’ ujarnya.

Dr. Najamuddin Amy juga datang dari kalangan akademisi. Pernah mengajar dan menjadi WR 3 di Universitas Cordova bahkan kini masih mengajar sebagai Dosen Praktisi Universitas Mataram di Fakultas Ilkom dan beberapa Universitas di Mataram. Dengan pengalaman di Birokrat Provinsi NTB tentu mumpuni dan mampu mengatasi persoalan yang selama ini kita hadapi terutama dalam memanfaatkan potensi SDA yang melimpah di KSB.

‘’Di samping itu beliau bukanlah orang lain bagi KSB. Karena beliau kelahiran Sumbawa Barat yang berasal dari Kecamatan Jereweh. Memiliki keluarga besar di Taliwang dan Seteluk,’’ katanya. Tentu potensi ini harus dilirik oleh kandidat yang lain. ‘’Setahu saya kakek beliau berasal dari Kampung Sampir Taliwang, Ibu dari Seteluk dan Bapak dari Jereweh. Faktor ini menjadi basis suara yang kalau dikohesikan dengan baik akan menjadi kapital mumpuni memenangkan  Pilkada,’’ tambahnya.

Menurut Hendry, siapapun tokoh potensial kita dukung maju dan mau ambil bagian dalam memimpin KSB. Sekarang pilihan kita semakin beragam dan cukup banyak. Tapi kita tidak mau sekadar asal-asalan memilih dan mendorong tokoh. Tentu yang punya kapasitas, mengenal KSB secara baik dan memiliki visi besar membangun kesejahteraan buat masyarakat KSB.

Semakin banyak calon semakin bagus, sekarang ada Doktor Najam, ada Bung Fud Syaifuddin, ada Ust Nur Yasin. Kemudian ada Pak Kaharuddin Umar dan tokoh-tokoh lainnya juga. Perjalanan masih panjang yang dicari bukan saja bakal calon bupati tapi mereka kan pasangan. Pasti juga menghendaki calon wakil bupati yang berkontribusi pada kemenangan dan punya visi misi selaras dan sejalan. (*)