Bantu Warga Terdampak Kekeringan Ekstrem, Rannya Agustyra dan HBK Peduli Salurkan Air Bersih

0
Rannya Agustyra Kristiono sedang mengisi bak-bak penampungan warga saat menyalurkan bantuan air bersih bersama HBK Peduli kepada warga terdampak kekeringan ekstrem.(Suara NTB/ndi)

Giri Menang (Suara NTB) – Bencana kekeringan di Pulau Lombok Provinsi NTB hingga awal Oktober ini kian meluas. Sejumlah titik di Pulau Seribu Masjid ini bahkan masuk dalam bayang-bayang kekeringan ekstrem. Melihat hal itu calon anggota DPR RI Dapil NTB II dari Partai Gerindra, Rannya Agustyra Kristiono turun langsung ke sejumlah lokasi terdampak kekeringan tersebut.

Bersama HBK Peduli, Rannya turun langsung menyalurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak kekeringan. “Alhamdulilllah, hari ini saya berkesempatan untuk ikut kegiatan pembagian air bersih di Kecamatan GunungSari. Selesai di sini, saya langsung ikut bersama HBK Peduli Lombok Tengah membagikan air di Kecamatan Jonggat,” papar Rannya di sela-sela menyalurkan air bersih pada Selasa, 3 Oktober 2023.

Putri Almarhum anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra yakni H. Bambang Kristiono (HBK) itu menerangkan, setiap harinya, HBK Peduli konsisten mengirim air bersih di empat kabupaten di Pulau Lombok yakni Kabupaten Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Utara, dan Lombok Timur. Apalagi, pemerintah telah mengeluarkan imbauan ihwal ancaman krisis pangan atau ‘El Nino’ akibat kemarau panjang.

Kegiatan itu telah dilakukan sejak lama dan dirintis oleh Almarhum Ayahnya, HBK. Kini, sepeninggal ayahnya, Rannya lah yang menggantikan posisi almarhum mengomandoi gerakan HBK Peduli di banyak kegiatan-kegiatan sosial. Salah satunya penyaluran air bersih bagi warga terdampak kekeringan ini.

“Kegiatan ini adalah salah satu kegiatan tetap HBK Peduli, yang dulu Ayah saya Pak H. Bambang Kristiono kawal, tugas saya melanjutkan amanah beliau untuk terus membantu masyarakat,” ujar Rannya.

“Dulu, ayah saya telah memberikan contoh dan teladan bagaimana bisa hadir di tengah penderitaan rakyat. Sebagai anak, tugas saya adalah melanjutkan ikhtiar baik yang sudah dirintis oleh beliau sejak lama untuk masyarakat Pulau Lombok,” sambung Rannya.

Ketua Tunas Indonesia Raya (TIDAR) Provinsi NTB itu menuturkan, selain setiap hari mendistribusikan air bersih, HBK Peduli juga telah membangun sejumlah sumur bor di empat Kabupaten di Pulau Lombok.

Tercatat sepanjang tahun 2022 silam, HBK telah berhasil membawa program aspirasi yang berasal dari Kemenhan RI untuk membangun sumur-sumur bor yang berada di titik-titik pemukiman warga yang selama ini selalu mengalami bencana kekeringan. Sumur-sumur bor tersebut berhasil diperjuangkan HBK di Kemenhan RI untuk dibawa dan dipersembahkan kepada masyarakat Pulau Lombok yang diwakili.

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB, sebanyak 577.025 jiwa yang terdiri dari 163.699 kepala keluarga di 70 kecamatan di Provinsi NTB, terdampak kekeringan akibat fenomena alam El Nino. Imbas dari itu, beberapa wilayah tersebut mengalami kekurangan air bersih, produksi hasil tanam petani berkurang, dan beberapa dampak lainnya.

Rannya mengaku bakal terus mencari kesempatan untuk terus bisa turun melihat kondisi masyarakat Pulau Lombok. Saat menyalurkan air bersih di Dusun Apitaik, Desa Guntur Macan, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat, Rannya menyempatkan diri berdialog bersama masyarakat.

Menurutnya, salah satu yang harus tetap dirawat oleh masyarakat di tengah kondisi kekeringan adalah semangat gotong royong. Jika semangat gotong royong tetap bisa dipupuk dan dijaga, niscaya apapun persoalan yang datang akan dapat dilalui bersama-sama.

Sementara itu Sekretaris Desa Guntur Macan, Kecamatan Gunung Sari, Lombok Barat H. Jamaah menyampaikan apresiasinya kepada Rannya dan HBK Peduli yang telah mengulurkan tangan membantu masyarakat terdampak kekeringan. Suplai air bersih dari Rannya dan HBK Peduli diakuinya sangat membantu masyarakat.

“Alhamdulillah, air ini kami pakai untuk wudhu dan untuk masak ibu-ibu di rumah. Ini sangat membantu warga kami, apalagi saat ini sudah mulai susah air di wilayah kami, terima kasih Mbak Rannya dan HBK Peduli,” ujar H. Jamaah. (ndi).