Rekan Dipidana, AGPAII KSB Ngadu ke Dewan Minta Keadilan

0
Puluhan guru yang tergabung dalam AGPAII KSB saat mendatangi kantor DPRD KSB, Senin, 2 Oktober 2023.(Suara NTB/ist)

Taliwang (Suara NTB) – Puluhan guru yang tergabung dalam Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII) Sumbawa Barat, Senin, 2 Oktober 2023, mendatangi kantor DPRD setempat. Kedatangan mereka mengadukan terkait nasib salah seorang rekannya sesama guru yang kini tengah berproses hukum setelah dilaporkan orang tua siswa.

Ketua Umum AGPAII KSB, Nurul Jihad menjelaskan, kedatangannya ke DPRD KSB hari ini untuk menyampaikan aspirasi serta meminta dukungan terhadap rekannya seorang guru agama Islam di SMKN 1 Taliwang. Guru tersebut saat ini tengah berproses hukum atas laporan orang tua siswa yang keberatan atas tindakan pendisiplinan oleh guru bersangkutan. “Intinya kami tidak ingin hal ini terjadi lagi kepada guru yang lainnya. Dan terhadap Akbar (guru yang sedang berproses hukum) semoga ada keadilan,” katanya kepada wartawan.

Kasus yang menimpa Akbar sebenarnya sudah terjadi pada Oktober tahun 2022 lalu. Informasi yang diperoleh media ini, Akbar sang guru agama di SMKN 1 Taliwang memukul seorang siswanya saat menyuruh untuk menjalankan shalat zuhur di sekolah. Tindakan itu pun membuat keberatan orang tua siswa dan melaporkannya ke pihak kepolisian.

Menurut Jihad, orang tua siswa selama ini tidak pernah menunjukkan sikap kooperatif untuk menyelesaikan persoalan itu dengan jalan damai dan kekeluargaan. Padahal dampak atas pemukulan tersebut, siswa bersangkutan tidak mengalami dampak fatal secara fisik. Dan sebaliknya siswa tidak menunjukkan sikap sebagai siswa yang baik yang ditunjukkan tidak pernah masuk sekolah pasca insiden. “Saat mediasi orang tua siswa juga justru meminta uang damai. Dan menurut kami sikap itu tidak terpuji karena memang si anak tidak menunjukkan tanda-tanda dampak atas pemukulan itu,” cetusnya.

Kehadirannya pun ke DPRD hari ini lanjut Jihad, pihaknya berharap ada dukungan dan keadilan. Mengingat saat ini kasus akbar sudah dalam tahapan persidangan dan sebentar lagi akan divonis. “Kami mau ada keadilan kepada rekan kami. Kami tetap menghormati proses hukum. Tapi kalau keadilan tidak terlihat di situ (saat vonis) kami akan berkoordinasi ke Kemendikbud Ristek dan Kemenag untuk memperjuangan nasib rekan kami itu,” janjinya.

Kedatangan AGPAII KSB ini sendiri diterima langsung oleh wakil ketua DPRD KSB, Merlisa. Merlisa usai menerima poin-poin tuntutan asosiasi menyampaikan, DPRD secara kelembagaan pasti akan menindaklanjuti aspirasi tersebut. “Tapi karena hari ini komisi teknisnya (komisi 1) tidak ada. Saya akan lanjutkan laporan ini agar langsung ditangani,” katanya.

Merliza melanjutkan, secara pribadi dirinya sangat mendukung aksi solidaritas AGPAII KSB. Menurutnya, seorang guru memang harus mendapat dukungan dalam pendisiplinan siswa di lingkungan sekolah. “Karena ini sudah masuk ranah hukum. Maka kita tunggu putusan vonisnya seperti apa. Nanti kami akan koordinasi juga dengan kejaksaan supaya ada keadilan terhadap guru bersangkutan (Akbar),” imbuhnya. (bug)