KPU NTB Ingatkan NPHD Anggaran Pilkada 2024 Paling Telat Diteken 15 Oktober

0
Asep Suhlan (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Ditengah tahapan pemilu 2024 yang sedang berlangsung, KPU NTB juga mulai melakukan persiapan untuk melaksanakan perhelatan pilkada serentak 2024. Salah satu menjadi perhatian KPU NTB yakni terkait kepastian kesiapan anggaran pelaksanaan Pilkada yang sampai saat ini masih belum ada kejelasan.

Anggota KPU NTB Divisi Perencanaan Data dan Informasi, H. Syamsuddin menekankan hal itu, sebab dari sekarang kepastian terkait persiapan Pilkada serentak tahun 2024 harus sudah mulai disusun dengan matang, mengingat pelaksanaan tahapannya beririsan dengan perhelatan pemilu dan pileg.

“Pastikan sudah sejauhmana Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) anggaran pilkada 2024 telah dilaksanakan bersama dengan Pemda masing-masing,” tekan Syamsuddin.

Sementara itu Sekretaris KPU Provinsi NTB Asep Suhlan mengingat Pemprov NTB agar segera memberikan kepastian dan kejelasan terkait alokasi anggaran pilkada 2024. Asep menyampaikan batas waktu paling lambat alokasi anggaran harus ada kepastian.

“Batas akhir revisi Anggaran Tahun ini yaitu tanggal 31 Oktober 2023 paling lambat. Jadi NPHD sebagai gong awal pilkada 2024 harus selesai pada tanggal 15 Oktober 2023 ini,” tegas Asep.

Pada kesempatan itu Asep juga mengingatkan mengenai porsi pengalokasian anggaran untuk pembiayaan tahapan awal pilkada. Asep menyebutkan 40 persen anggaran pilkada harus dipenuhi Pemda pada tahun 2023 ini dan 60 persen di tahun 2024.

“Karena kewajiban untuk pelaksanaan tahapan Pilkada agar berjalan sesuai tahapan ideal, tepatnya untuk lima bulan awal. Terakhir persiapan hibah Pilkada 2024 yakni Register NPHD, Rekening dana penampungan hibah dan Revisi ke dalam Dipa harus diperhatikan,” katanya.

Sebelumnya Wakil Ketua Ketua DPRD Provinsi NTB, Nauvar Forqoni Farinduan menyampaikan Pemprov NTB telah mengalokasikan anggaran di APBD Perubahan 2023 untuk pembiayaan persiapan pelaksanaan Pilkada. Pihaknya telah menyediakan alokasi anggaran di APBD Perubahan ini untuk pembiayaan awal tahapan pelaksanaan Pilkada NTB 2024.

“Sudah saya cek, ternyata sudah ada dialokasikan. Totalnya sekitar 35 miliar yang dibagi Rp27,5 Miliar untuk KPU NTB dan Rp7,5 miliar untuk Bawaslu NTB,” ucap Farin kepada Suara NTB. (ndi)