Jalan Negara Jereweh-Maluk akan Dibangun Dua Jalur

0
Wabup KSB, Fud Syaifuddin mendengarkan pemaparan rencana rekonstruksi tanjakan Pola Mata oleh Satker Balai Pelaksanaan Jalan Nasional NTB, Kamis pekan lalu.(Suara NTB/ist)

Taliwang (Suara NTB) – Ruas jalan negara yang menghubungkan yang menghubungkan kecamatan Jereweh dan kecamatan Maluk di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) akan dibangun menjadi dua jalur.

Rencana pembangunan rekonstruksi jalan itu pun telah dikonfirmasi oleh Satuan Kerja (Satker) Balai Pelaksanaan Jalan Nasional NTB kepada wakil bupati KSB, Fud Syaifuddin. “Iya hari Kamis lalu saya sudah bertemu dengan kepala Satkernya membahas detail rencana konstruksinya,” kata Wabup kepada Suara NTB, Minggu 1 oktober 2023.

Wabup menjelaskan, rencana rekonstruksi jalan Jereweh-Maluk akan difokuskan di sekitar tanjakan Pola Mata. Dari rencana rekonstruksi yang disampaikan, sekitar 1,2 kilometer jalan yang memiliki tanjakan curam itu akan dibuat menjadi dua jalur. “Anggarannya diperkirakan sekitar Rp23 miliar. Itu cukup besar ya. Jadi harapan kita mudah-mudahan segera terlaksana,” harapnya.

Jalan nasional Jereweh-Maluk, menurut Wabup memang sudah saatnya diperbaiki. Mengingat jalan itu menjadi akses satu-satunya menuju proyek pertambangan Batu Hijau. Dan sebagaimana diketahui saat ini keberadaan smelter yang dibangun oleh perusahaan pengelola blok tambang itu menjadi salah satu proyek strategis nasional. “Untuk memudahkan mobilitas ke sana maka harus juga ditunjang dengan infrastruktur jalan yang memadai,” paparnya.

Selama ini tanjakan Pola Mata menjadi momok menakutkan bagi masyarakat KSB. Tanjakan itu memiliki kemiringan ekstrim sehingga kerap terjadi kecelakaan. Dikatakan Wabup, saat ini arus transportasi yang melalui jalan itu semakin tinggi. Ini dikarenakan dengan mulai banyaknya pelaksanaan pembangunan di kawasan proyek pertambangan Batu Hijau. Sehingga jika tanjakan tersebut tidak segera diperbaiki dikhawatirkan akan semakin banyak terjadi kecelakaan. “Lalu lalang kendaraan besar yang memuat material proyek menuju Maluk sangat tinggi setiap harinya. Bahkan sering terjadi macet di tanjakan itu kalau ada truk pengangkut yang tidak bisa menanjak,” tukasnya.

Pada bagian lain, Wabup menyebut perbaikan jalan tanjakan Pola Mata pastinya akan memberi dampak positif bagi masyarakat. Sebab itu akan memberi jaminan kelancaran transportasi distribusi barang untuk menunjang perekonomian masyarakat terutama yang berada di wilayah lingkar tambang. “Pesatnya pembangunan fasilitas pertambangan di Maluk juga memacu ekonomi masyarakat. Jadi kalau jalan itu diperbaiki maka multiplier effect-nya pasti besar juga bagi masyarakat,” imbuhnya. (bug)