Proyek IPAL Rp1 Triliun Tunggu Tender dari Pusat

0
Muhammad Ramayoga. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Pemerintah Kota Mataram masih menunggu proses tender pembangunan instalasi pengolahan air dan limbah (IPAL) komunal dari pemerintah pusat. Proyek senilai Rp1 triliun ini ditargetkan rampung pada tahun 2025. Untuk pengelolaan menjadi tanggungjawab daerah untuk mengalokasikan anggaran operasional.

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Mataram, Muhammad Ramayoga menjelaskan, pembangunan IPAL komunal merupakan proyek strategis dari pemerintah pusat. Dokumen perencanaan telah rampung dan masih menunggu penyelesaian tender.

Dalam pengerjaan proyek senilai Rp1 triliun ini ada pembagian peran dan tanggungjawab. Pemkot Mataram bertanggungjawab menyediakan lahan. Lahan telah dibebaskan seluas tiga hektar di Kelurahan Tanjung Karang Permai, Kecamatan Sekarbela. Sosialisasi kepada masyarakat dan lain sebagainya. “Tugas kita menyediakan lahan dan sudah ada lahan tiga hektar di Tanjung Karang,” kata Yoga dikonfirmasi, Jumat, 29 September 2023.

Pembangunan IPAL diawali dengan penataan mulai dari Ampenan sampai Sekarbela. Pemkot Mataram menyiapkan area rumah pompa persis di lahan dekat Jembatan Ampenan. Untuk konstruksi sedang menunggu tender dari pemerintah pusat. Pasca proyek rampung lanjut Yoga, pengelolaan akan diserahkan ke daerah. Sebelum diserahkan pengelolaannya terlebih dahulu dilakukan pendampingan dan pelatihan.

Pemkot Mataram telah menandatangani komitmen bersama untuk biaya operasional IPAL tersebut. “Saat dari kementerian datang Pak Wali sudah meneken komitmen anggaran untuk pembiayaan,” tandasnya.

Untuk pengelolaan apakah diserahkan ke PDAM? Yoga menegaskan, pelibatan PT. Air Minum Giri Menang (Perseroda) hanya sinergi untuk menyalurkan limbah dari sumbernya di masyarakat menuju IPAL. Pengelolaan seutuhnya berada di bawah Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram. “Kita tidak tahu nanti apakah dibuat UPTD sendiri atau langsung dikelola Dinas LH,” ujarnya.

Camat Ampenan, Muzakir Walad menambahkan, pendataan dan asesmen warga untuk sambungam sudah dilakukan bersama organisasi perangkat daerah (OPD) teknis. Pemasangan dari pipa induk dimulai dari Kebon Sari, Dayan Peken, Pejeruk sampai menuju Taman Jangkar.

Untuk rumah pompa akan dibangun di samping Jembatan Ampenan. “Kita pikir itu sempadan sungai ternyata sudah ada sertifikatnya. Rumah pompa hanya butuh lahan satu are saja,” tambahnya.

Operasional IPAL membutuhkan anggaran Rp1,6 miliar. Ia tidak mengetahui apakah ada subsidi dari masyarakat atau lain sebagainya. Ipal komunal dibangun dengan orientasi terciptanya sanitasi sehat di Kota Mataram. (cem)