Disdag Pastikan Tidak Ada Beras Impor Masuk ke Mataram

0

Mataram (Suara NTB) – Pemerintah pusat mewacanakan akan mendatangkan beras dari luar negeri guna menekan lonjakan harga serta memenuhi kebutuhan masyarakat. Beras impor dipastikan tidak masuk ke Mataram, karena stok beras di Provinsi NTB masih melimpah.

Kepala Bidang Barang Pokok dan Penting pada Dinas Perdagangan Kota Mataram, Sri Wahyunida membenarkan adanya wacana pemerintah pusat memasukkan beras impor. Kebijakan dipastikan tidak berimbas ke Kota Mataram, karena kebutuhan beras di NTB masih surplus. Artinya, pemenuhan salah satu kebutuhan pokok masih terpenuhi dan tidak ada gejolak baik di tingkat konsumen maupun pembagian beras gratis oleh organisasi perangkat daerah (OPD) teknis. “Kita terus memantau dan alhamdulillah ketersediaan beras kita masih surplus,” kata Nida dikonfirmasi, kemarin.

Ia menjamin tidak ada beras impor yang masuk ke Kota Mataram khususnya dan Provinsi NTB pada umumnya. Koordinasi dengan Perum Bulog Wilayah NTB, bahwa stok beras sampai memasuki panen di bulan April 2024 mencapai 30 ribu ton. “Bisa dipastikan panen berikutnya terpenuhi,” ujarnya.

Meskipun surplus beras tetapi mengalami kenaikan harga. Beras jenis medium harga eceran tertingginya (HET) Rp10.900 per kilogram dari sebelumnya Rp10.450 per kilogram. Sedangkan, beras jenis premium juga mengalami kenaikan Rp13.900 per kilogram.

Nida menegaskan, beras jenis premium tidak bisa dijadikan tolok ukur karena peminatnya adalah masyarakat ekonomi menengah ke atas. Karena itu, pihaknya fokus memantau beras medium. “Kita hanya fokus ngurusi beras medium bukan premium. Karena beras premium ini peminatnya orang-orang kaya,” tandasnya.

Dinas Perdagangan berkoordinasi dengan Bank Indonesia dan stakeholder lainnya akan menyelenggarakan pasar rakyat untuk mengendalikan dan memenuhi kebutuhan masyarakat saat perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Nida mengimbau sekaligus mengingatkan masyarakat agar tidak belanja berlebihan serta tidak panik membeli kebutuhan sehari-hari mereka. “Kita selalu imbau beli sesuai kebutuhan dan tidak belanja berlebihan,” demikian katanya mengingatkan. (cem)