Mahasiswa Asal Jerman Gelar Wisata Belajar ke SMKN 1 Kotaraja

0

Selong (Suara NTB) – SMKN 1 Kotaraja Lombok Timur (Lotim) kedatangan dua tamu di Jerman. Mereka adalah mahasiswa yang berlibur di Lombok, Senin (25/9). Mereka menginap di salah satu homestay ada di Desa Kembang Kuning. Rencananya mereka tinggal di Lombok selama 2 minggu dengan mengunjungi destinasi favorit yang ada di Lombok, seperti Desa Wisata Kembang Kuning, Senggigi, Lombok Barat, dan Gili di Lombok Utara.

Ketua Program Keahlian pada SMKN 1 Kotaraja, Yulastri, menjelaskan, jika mereka sangat senang bisa berkunjung ke sekolah dan bisa melihat aktivitas proses pembelajaran maupun kegiatan produktif yang ada di Jurusan Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHP).

Di jurusan ini, tambahnya, berbagai macam produk yang dihasilkan seperti Teh Rosela, Daun Karsen, Virgin coconut Oil (VCO) dan lain-lain.

Pihaknya juga memberikan oleh-oleh cinderamata berupa hasil produk yang sudah jadi dan siap dikonsumsi yaitu aneka jenis teh.  Setelah itu, mereka berkeliling dan masuk ke kelas-kelas dan berinteraksi dengan siswa yang sedang belajar serta tidak ketinggalan melakukan foto bersama.

‘’Semua produk merupakan hasil produksi kompetensi keahlian yang dilakukan oleh siswa dengan bimbingan guru produktif,’’ terangnya.

Sementara Wakil Kepala SMKN 1 Kotaraja Ahmad Apandi mengatakan produk-produk yang dihasilkan ini merupakan hasil siswa. Semua prosesnya menggunakan peralatan yang diberikan oleh Dinas Dikbud NTB tahun 2022 lalu.

“Ke depan kita akan mengembangkan Edu Tourism (wisata belajar) dengan mengkombinasakan semua kompetensi keahlian dalam satu kesatuan yang saling terintegrasi dan saling support,” lanjutnya.

Apalagi, tambahnya, SMKN 1 Kotaraja berada di desa wisata, sehingga pihak sekolah harus bisa menangkap peluang itu. ‘’Ke depan SMKN 1 Kotaraja menjadi pintu gerbang sebelum masuk ke desa wisata Tetebatu, Kembang Kuning, dan Jeruk Manis. Ya seperti di Lombok Tengah ke Desa Sade dulu sebelum ke Mandalika,” ujarnya.

Diakuinya, program pengembangan sekolah menjadi edu tourism sudah mulai dilakukan dengan menjalin kerjasama dengan pelaku-pelaku usaha atau industri wisata yang ada di Desa Wisata Kembang Kuning dan sekitarnya. “Hari Sabtu kemarin kita kedatangan pelaku wisata yaitu Pandini yang juga alumni SMKN 1 Kotaraja tahun 2018, Dia sudah memiliki pendapatan Rp10 – 15 juta per bulan dari usaha homestay,” ungkapnya.

Menurutnya, Pandini sebagai alumni SMKN 1 Kotaraja merasa terpanggil dan gereget melihat kondisi sekolahnya. Apalagi potensi yang dimiliki sangat besar dan semuanya bisa menghasilkan uang. Jika berupa produk, harganya standar, tapi kalau dijual prosesnya, maka nilai jualnya lebih tinggi bisa mencapai 80% lebih dari harga produknya. ‘’Misalnya urap-urap itu kita jual Rp35 ribu, tapi kalau dia ikut prosesnya harganya menjadi Rp250 ribu/orang,” ujarnya.

Untuk itu, semua kompetensi keahlian akan memiliki paket wisata masing-masing, sehingga nantinya SMKN 1 Kotaraja akan memiliki kalender wisata tahunan. Kompetensi Keahlian Agribisnis tanaman akan memiliki paket wisata bajak sawah (begau) lowong dan begabah atau Farming Class, Agribisnis Ternak memiliki paket perah susu yang kemudian diolah menjadi permen. ‘’Agribisnis Pengolahan akan membuat produk-produk herbal. Tata Boga menyiapkan makanannya (cooking class). Kemudian Perhotelan akan mmenyiapkan akomodasinya, sedangkan Usaha Perjalanan wisata akan menjadi pemandu wisatanya,” pungkasnya. (ham)