Pasar Panglima Cakranegara akan Direlokasi

0
Pasar Panglima di Kelurahan Cakra Barat, Kecamatan Cakranegara akan direlokasi ke Pasar Ternak Selagalas. Dinas Perdagangan telah menyusun perencanaan di tahun 2024 dan diharapkan pedagang mengikuti kebijakan pemerintah. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Dinas Perdagangan Kota Mataram akan merelokasi Pasar Panglima di Kelurahan Cakra Barat, Kecamatan Cakranegara. Relokasi ini guna menghindari kemacetan serta kekumuhan.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Mataram, Uun Pujianto dikonfirmasi pada Senin, 25 September 2023 mengatakan, pihaknya telah membuat perencanaan di tahun 2024 untuk melakukan relokasi pedagang di Pasar Panglima, Cakranegara. Pedagang di pasar Panglima akan dipindah ke pasar Ternak Selagalas di Jalan Peternakan, Kelurahan Selagalas.

Bekas pasar Panglima akan dimanfaatkan untuk pedagang di Pasar Cakranegara, sehingga Pasar Cakranegara difokuskan sebagai pasar grosir. “Pasar Panglima ini diubah jadi pasar sembako. Jadi semua pedagang burung dan lain sebagainya dipindah ke pasar ternak Selagalas,” kata Uun.

Pihaknya menginginkan pasar di Kota Mataram memiliki zonasi sendiri. Ia mencontohkan, pasar Rembiga telah dijadikan sebagai tempat pedagang ikan. Jika konsep ini terealisasi maka masyarakat lebih mudah mencari kebutuhan mereka sehari-hari. Selain itu, Pasar Panglima sering menimbulkan kemacetan dan terlihat kumuh. “Pokoknya mulai hari Jumat, Sabtu, dan Minggu ramai sudah di sana (Pasar Panglima,red) bikin macet. Ndak enak juga kita di sana kawasan bisnis,” terangnya.

Sebelum relokasi akan dilakukan penataan di Pasar Ternak Selagalas. Uun mengaku telah mengajukan anggaran ke pemerintah pusat untuk penataan pasar ternak tersebut. Berdasarkan perencanaan dibutuhkan anggaran sekitar Rp4 miliar untuk menata pasar ternak tersebut. Selain bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) sebutnya, pihaknya juga mengupayakan mengalokasikan dana melalui anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kota Mataram di tahun 2024.

Penambahan anggaran ini dinilai penting untuk menutupi kebutuhan belanja yang tidak tercover melalui anggaran pemerintah pusat. “Nanti juga kita anggarakan lewat APBD,” terangnya.

Pihaknya segera mensosialisasikan kepada pedagang perihal rencana relokasi tersebut. Pedagang suka atau tidak suka harus mau dipindah agar memberikan rasa nyaman serta kemudahan bagi masyarakat. (cem)