Bupati KSB Targetkan Jalan Lingkungan Desa Mulus

0

Taliwang (Suara NTB) – Bupati Sumbawa Barat, H. W. Musyafirin menyatakan, misi “jalan tanah” yang diusung pemerintahannya tahun ini akan mulai menyasar pembangunan dan perbaikan jalan lingkungan desa.

“Insyaallah tahun ini semua jalan lingkungan utama di desa akan kita buat mulus,” kata bupati.

Maksud mulus di sini, menurut bupati, saat ini pemerintah mulai fokus meningkatkan kualitas jalan lingkungan desa dengan cara dihotmix. Ia menyatakan, melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) beberapa ruas jalan utama lingkungan desa sudah dalam proses pengerjaan. “Sudah tender dan sekarang sudah ada yang mulai dikerjakan,” katanya.

Bupati menyebut, akses jalan menjadi salah satu infrastruktur wajib yang harus dibangun oleh pemerintah. Akses jalan yang baik dan menghubungkan seluruh wilayah di sebuah daerah akan menjamin mobilitas masyarakat menjadi lancar. “Jalan menjadi instrumen penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat dan banyak hal lainnya,” ujarnya.

Selanjutnya, bupati menuturkan, sejak awal pemerintahannya infrastruktur jalan selalu menjadi prioritas. Secara bertahap badan jalan dibangun mulai dari akses penghubung antar kecamatan, berikutnya antar desa dan terkini jalan lingkungan desa.

“Alhamdulillah (jalan) antar desa yang memang bisa dihubungkan sekarang sudah bisa terkoneksi. Nah itu sudah selesai maka sekarang waktunya (jalan) yang ada di dalam desa,” paparnya.

Hasil dari pembangunan jalan di seluruh wilayah itu, sambung bupati kemudian dapat terlihat hasilnya. Di mana saat ini KSB tidak ada lagi wilayahnya yang terisolir karena dapat dijangkau dengan mudah. “Sekarang mau ke Mataiyang (Brang Ene) ke Mantar (Poto Tano) yang dulu susah dijangkau. Sekarang kita bisa ke sana kapan saja karena jalannya sudah di-hotmix,” klaim bupati.

Selain pembangunan jalan desa, sejumlah infrastruktur jalan juga mendapatkan perhatian serius dari Pemerintah KSB. Salah satunya, penyelesaian pembangunan ruas jalan TGKH Zainul Abdul Majid (ZAM) yang diyakini akan tuntas tahun 2023 ini. Pemerintah KSB telah menyiapkan anggaran untuk menuntaskan ruas jalan milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB yang berada di dalam kota Taliwang itu.

Kepastian akan dilanjutkannya pembangunan jalan TGKH ZAM itu dikonfirmasi oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) KSB beberapa waktu lalu. Dinas yang bertanggung jawab untuk urusan infrastruktur  daerah ini menyampaikan, pihaknya telah mengusulkan pembiyaan pengerjaan jalan yang terbentang hampir 3 kilometer itu di APBD Perubahan tahun ini. “Sudah masuk usulan dan pastinya akan kita kerjakan di tahun ini,” terang kepada Dinas PUPR KSB melalui Sekretarisnya, Arkamuddin, Jumat, 24 Maret 2023 lalu.

Untuk memuluskan rencana pembangunan ruas jalan milik provinsi itu, Arkam mengakatan, pihaknya sudah menyiapkan segala sesuatunya. Terutama mengenai badan jalan yang merupakan milik Pemprov NTB. Agar dapat dikerjakan segera, Pemda KSB akan mengajukan permohonan pinjam pakai ke provinsi terhadap ruas jalan tersebut.

 “Itu cara yang tercepat. Kita pinjam pakai dulu baru kemudian sambil jalan kita proses permohonan hibahnya ke provinsi,” paparnya.

Arkam menjelaskan, pengerjaan ruas jalan TGKH ZAM itu akan sekaligus dihotmix. “Jalan itu kan dua jalur. Jalur pertama sudah dikerjakan provinsi sampai hotmix, makanya sebelah yang akan kita bangun juga harus sampai hotmix supaya seragam,” cetusnya.

Selain jalan TGKH ZAM, Dinas PUPR KSB tahun ini juga akan memulai kegiatan pembangunan jalan protokol yang terletak di depan kompleks Pendopo Bupati dan Wakil Bupati. Jalan yang menuju ke kompleks KTC, pusat pemerintahan KSB itu rencananya akan diperluas dan didesain menjadi jalur dua. Arkam mengatakan, untuk merubah jalan tersebut menjadi dua jalur maka saluran irigasi milik Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara (BWS NT) 1 yang selama ini membenetang di pinggir jalan itu akan dipindahkan.

“Sama dengan jalan provinsi itu. Saluran irigasi milik BWS itu kita juga mohonkan pinjam pakainya dulu baru menyusul kita ajukan agar dihibahkan ke kita (KSB). Kita cari cepatnya, karena kalau misalnya kita tunggu proses hibahnya terlalu lama, padahal kan kita akan kerjakan di tahun ini,” ujarnya.

Untuk diketahui, jalan TGKH ZAM yang jadi tanggung jawab Pemprov NTB itu dibangun pada era terakhir kepemimpinan gubernur Zainul Majdi, namun hanya dapat diselesaikan satu jalur saja. Dan sejak saat itu Pemda KSB terus bersuara agar penyelesaian jalur kedua jalan dalam kota Taliwang itu segera diselesaikan. Namun sayang, harapan Pemda KSB itu tak bersambut hingga akhirnya tahun ini berinisiasi akan membiayai pembangunannya sendiri. (bug)