Anggaran Rp17 Miliar, Kasus Stunting di Lobar Berhasil Ditekan

0

Giri Menang (Suara NTB) – Pemerintah pusat menggelontorkan Rp17 miliar untuk intervensi penanganan  stunting di Lombok Barat (Lobar). Rp17 miliar itu dialokasikan untuk Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dan peralatan timbangan elektrik atau antropometri. Melalui intervensi ini, Pemkab Lobar optimis kasus ditekan hingga di bawah satu digit.

Sejauh ini, jasus stunting sendiri berhasil terus ditekan. Hasil penimbangan bulan Agustus, angka stunting ditekan 12,38 persen dari 12,69 persen lebih. Kepala Dinas Kesehatan (Kadikes) Lobar Arief Suryawirawan mengatakan hasil penimbangan bulan Agustus jumlah stunting di Lobar 12,38 persen. “Alhamdulillah bisa terus menurun, dari angka 12,68 persen jadi 12,38 persen. Mudah-mudahan pada penimbangan bulan Oktober-November bisa di bawah 10 peren atau satu digit,” jelasnya, akhir pekan kemarin.

Saat ini pihaknya melakukan pemberian PMT kepada anak-anak stunting yang dipekrirakan mencapai 11 ribu dan ibu hamil kurang gizi. PMT diberikan rutin tiap hari selama 3 bulan, dimulai sejak bulan Agustus. Program PMT ini dibiayai dari pemerintah Pusat dengan total Rp9 miliar.

Dana tersebut langsung di droping ke masing-masing puskesmas, sebanyak 20 puskesmas yang tersebar di daerah Lobar. Anggaran masing-masing puskesmas berbeda-beda, tergantung jumlah kasus di wilayah setempat.

Untuk penyediaan PMT ini, pihaknya meminta puskesmas menggunakan panganan lokal supaya anggaran dari program ini bisa beredar di desa, sehingga memberi daya ungkit ekonomi bagi warga sekitar. Sebab kalau menggunakan pangan luar atau pabrikan seperti susu, kendati mudah didistribusikan, namun anggarannya tidak bisa beredar di desa.

Untuk memastikan dana PMT untuk tepat sasaran, pihaknya berkonsultasi ke inspektorat sebelum kegiatan ini dilaksanakan. Pihak inspektorat pun menyarankan agar program ini dilaksanakan dengan swakelola tipe I. “Untuk memastikan ini nyampai, kita bentuk tim monev untuk cek secara sampling, tim turun cek,” imbuhnya.

Ia menambahkan kenapa Pusat intervensi Pemda Lobar? Karena melihat banyaknya anak Stunting yang berjumlah 11 ribu. Anak-anak yang menjadi sasaran pun sudah terdata by name by address, di masing-masing puskesmas. Dan itu juga ada di posyandu.

Lebih lanjut dijelaskan, selain PMT ada juga program untuk pengadaan alat timbangan elektrik. Alat timbangan elektrik yang diadakan senilai Rp8 miliar, itu disasar 860 posyandu di Lobar. Pihaknya pun memberikan pemahamannya kepada petugas dan kader-kader menggunakan alat timbang elektrik tersebut. (her)