Ubah Pola Pikir Masyarakat

0

KECAMATAN Mataram memiliki program Gerakan Masyarakat Bersama Olah dan Pilah Sampah Kecamatan Mataram (Gemar Bersapa). Gerakan ini sebagai upaya mengubah pola pikir dan tingkat laku masyarakat agar tidak membuang sampah ke sungai.

Camat Mataram, Budi Wartono menjelaskan, program Gemar Bersapa diresmikan pada 16 September 2022 oleh Ketua DPRD Kota Mataram, H. Didi Sumardi. Program ini sebagai upaya bersama memilah dan mengolah sampah dengan melibatkan masyarakat. Gemar Bersapa menjadi program unggulan yang disampaikan saat pemaparan di hadapan Walikota Mataram H. Mohan Roliskana pekan kemarin. “Kita paparkan program Gemar Bersapa di depan Pak Wali,” kata Budi dikonfirmasi akhir pekan kemarin.

Pemerintah Kota Mataram fokus terhadap penanganan sampah di sungai dan saluran. Penanganan tidak hanya di bagian hilir, melainkan intervensi penanganan dimulai dari hulu. Di Kecamatan Mataram sebut Budi, dua sungai besar yakni Sungai Unus dan Sungai Jangkok akan menjadi fokus perhatian. Intervensi penanganan sungai ini melalui program Gemar Bersapa yang diharapkan mampu mengubah pola pikir dan tingkah laku masyarakat.

Penanganan sampah di saluran maupun kali ini dilakukan secara keroyokan dengan melibatkan kelurahan, kader, P2L, kelompok tani, dan masyarakat secara luas. “Artinya, kita sama-sama mulai berhenti membuang sampah ke sungai,” ujarnya.

Cara lainnya adalah mencari cara pengolahan sampah di kelompok wanita tani, sehingga diharapkan masyarakat di Kecamatan Mataram tidak lagi sebagai penyumbang sampah di kali supaya tidak menjadi beban bagi masyarakat di bagian hilir. Selain itu, pengawasan akan dilakukan dengan membentuk satgas pengawasan sampah di kelurahan.

Budi menambahkan, khusus intervensi saluran di Lingkungan Karang Buaya, Kelurahan Pagutan Timur dilakukan rekayasa saluran mulai dari Pagutan Timur dan Dasan Cermen oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Mataram. Rekayasa saluran ini sangat penting karena air mengalir ke timur dan utara dan atau tidak ke Karang Buaya. “Kalau dulu sering tergenang saluran di sana. Setelah direkayasa aliran air di saluran itu sudah tidak ada lagi genangan,” ujarnya.

Setahun pasca peluncuran program Gemar Bersapa akan diberikan penghargaan kepada lingkungan dan kelurahan yang mampu mengolah dan memilah sampah dengan baik. Gemar Bersapa Award sebagai ajang bergengsi bagi kelurahan atau lingkungan dengan pengelolaan sampah terbaik. (cem).