Seleksi PPPK Jalur Khusus Lobar Gunakan Nilai ’’Passing Grade’’ Terendah

0

Giri Menang (Suara NTB) – Pendaftaran seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Lombok Barat (Lobar) sedang berlangsung. Sejauh ini sejak beberapa hari dibuka, pelamar masih minim. Bagi pelamar non ASN jalur khusus, diberikan kekhususan yakni nilai passing grade-nya menggunakan nilai terendah.

Artinya, semua peserta berpeluang lulus namun nantinya akan dirangking tertinggi hingga terendah berdasarkan jumlah formasi yang dibuka atau dibutuhkan pada jabatan di instansi terkait. Selain itu non ASN bisa melamar di OPD lain.

Kepala BKD dan PSDM Lobar melalui Kabid Pengadaan Data Informasi Lalu Muhammad Fauzi mengatakan, awal-awal pendaftaran seleksi PPPK masih belum banyak peserta yang mendaftar. Bahkan ada salah satu formasi belum ada yang mendaftar. “Kemungkinan peserta masih melengkapi berkas-berkas persyaratan,”jelasnya, Minggu,24 September 2023.

Dijelaskan, untuk formasi khusus non ASN diberikan kekhususan. Di antaranya, non ASN di instansi (OPD) lain bisa mendaftar pada formasi di OPD lain.

Seperti formasi yang mencari lulusan SMA di Damkar, tenaga non ASN lulusan SMA di OPD lain yang tak diakomodir, karena tidak ada mencari lulusan SMA bisa melamar ke Damkar. Baik non ASN ini bertugas di dinas manapun, termasuk guru dan nakes bisa melamar ke instansi lain sepanjang memenuhi syarat ketentuan.

“Bisa (mendaftar) karena itu kan masih dalam satu instansi. Satu instansi yang dimaksud adalah di satu PPK (Pejabat Pembinaan Kepegawaian) Pemkab Lobar, kadang-kadang salah persepsi teman-teman, Instansi ini dikira satu OPD,” jelasnya.

Karena itu, non ASN yang ada di OPD lain bisa mendaftar ikut seleksi pada Formasi di Damkar yang membutuhkan banyak lulusan SMA. Namun diutamakan yang memiliki kualifikasi, seperti sertifikat. Dan mereka pun tetap mendapatkan kekhususan, walaupun tidak dihitung dengan nilai afirmasi. “Tapi perlakuannya beda dengan yang pelamar umum,” jelasnya.

Salah satu perlakuan khususnya pada passing grade menggunakan nilai terendah. Contoh seperti rekrutmen optimalisasi tenaga teknis tahun 2022, passing grade nya nilai terendah peserta yang ikut tes. “Berarti kan dianggap lulus semua,” ujarnya.

Karena jumlah formasi yang dicari terbatas, maka nantinya dirangking nilai tertinggi sampai terendah. Menurutnya pola ini kemungkinan tidak jauh beda dengan rekrutmen jalur khusus non ASN tahun ini. Seperti yang tersedia di Dinsos dicari lima formasi, nanti dicari lima peserta nilai tertinggi. Kalau nanti ada empat orang pelamar,maka empat orang ini lulus sedangkan satu lagi diambil dari peserta jalur umum. “Lebih banyak akomodir non ASN, makanya disebut khusus,” imbuhnya.

Dijelaskan pada Permen PAN RB, tidak disebut nilai afirmasi namun khusus dan perlakuan pada passing grade nya tidak seperti umumnya. Ditanya minimnya dicari lulusan SMA,? Fauzi menerangkan, dari mana mau diadakan untuk lulusan SMA, sedangkan untuk Jabatan fungsional dengan kualifikasi SMA tidak ada. Yang ada kata dia, hanya di Damkar. Pihaknya pun mencoba pada beberapa posisi namun tidak diakomodir. “Itu sudah kita petakan jumlah non ASN kita dengan kualifikasi pendidikannya masing-masing. Karena itu kita coba siapkan di Damkar, itu yang memungkinkan,” imbuhnya. (her)