Kapolda NTB Serahkan Tujuh Unit Rumah dan Sumur Bor di Lobar

0

Giri Menang (Suara NTB) – Tujuh unit rumah sejahtera terpadu (RST) dan sumur bor yang dibangun Polda NTB berkolabroasi dengan Kemensos RI dan Pemkab diserahkan oleh Kapolda NTB Irjen Pol. Drs. Djoko Poerwanto, Jumat, 21 September 2023. Tujuh unit rumah yang tersebar di daerah Kuripan, Kediri dan Lembar tersebut saat ini sudah selesai diperbaiki dan telah ditempati pemiliknya.

Tujuh unit pembangunan RST, masing-masing dua unit di Kecamatan Batulayar, tiga di Kecamatan Kediri, dan masing-masing satu rumah di Kecamatan Kuripan dan Kecamatan Lembar. Kemudian ditambah satu sumur bor di Dusun Tanaq Poteq, Desa Giri Sasak, Kecamatan Kuripan. Hadir pada penyerahan RST dan sumur bor tersebut, sejumlah petinggi Polda NTB, Kadis Sosial NTB Ahsanul Khalik, Bupati Lobar H Fauzan Khalid, Kepala Panti Sentra Paramitha Mataram, Dra. Raden Latifa Ningrum, Kapolres Lobar AKBP Bagus Nyoman Gede Junaedi, Kadis Sosial Lobar, tokoh agama TGH Muharrar Mahfudz, Ketua FKUB NTB dan warga.

Kapolda NTB dalam kesempatan itu menerangkan, dalam penentuan bantuan itu, pihaknya telah melalukan asesmen bersama tim dari Kemensos.  Sehingga para penerima bantuan merupakan masyarakat yang benar-benar kategori miskin. Jenderal bintang dua ini menambahkan, program ini terlaksana dengan baik berkat partisipasi semua pihak. Tak terkecuali masyarakat. Sebab, anggaran dari Kemensos untuk program itu sangat terbatas, yaitu Rp 20 juta per unit. “Kalau bicara nominal sangat kecil, tapi berkat partisipasi masyarakat, ini menjadi sangat bernilai,” katanya.

Menurutnya, angka kemiskinan di Lobar masih cukup tinggi. Secara umum, di NTB tercatat masih ada 700 ribuan warga yang hidup di bawah garis kemiskinan. Karena itu, dia yakin, program tersebut sangat berguna dalam membantu kebutuhan tempat tinggal yang layak bagi masyarakat.

Djoko mengaku, terkait dengan bantuan kepada masyarakat miskin, ada banyak bantuan dari Kemensos. Dia menyebutkan dengan program bantuan, termasuk kepada kepada UMKM agar dimanfaatkan secara baik.

Sementara itu di tempat yang sama, Kadis Sosial NTB mengatakan Polri hadir membantu Pemprov dan Pemkab dalam penanganan kemiskinan yang masih lumayan tinggi di NTB. Menurutnya, program kolaborasi ini perlu diterus diperbanyak di NTB.

Bupati Lobar, Fauzan Khalid mengaku, kemiskinan di Lobar ada sekitar 6 ribuan. Setiap tahun pemerintah daerah melakukan intervensi untuk pembangunan rumah tidak layak huni. Dalam setahun ada 300 sampai 400 unit yang diperbaiki. Dengan total jumlah rumah yang mampu diperbaiki pemerintah daerah itu, diperkirakan membutuhkan waktu 15 tahun membangunkan rumah layak huni bagi 6 ribuan warga miskin itu.

“Karena itu perlu keterlibatan banyak pihak,” ujar bupati dua periode ini. Oleh karena itulah, Fauzan mengaku sangat bersyukur ada bantuan dari Kemensos. Menurutnya, ini akan membantu daerah dalam upaya pengentasan kemiskinan. “Alhamdulillah Kemensos bersama Polda ikut bantu kita,,” pungkasnya. (her)