Harga Beras Penyumbang Kenaikan Inflasi di Mataram

0

Mataram (Suara NTB) – Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Mataram, pada Jumat, 22 September 2023, menggelar rapat koordinasi guna memastikan stok kebutuhan bahan pokok menjelang maulid. Kenaikan harga beras menjadi salah satu penyumbang kenaikan inflasi di Kota Mataram.

Sekretaris Daerah Kota Mataram, Lalu Alwan Basri  menjelaskan, TPID melihat ada kecenderungan beras menjadi penyumbangan kenaikan inflasi di Kota Mataram. Beras saja berkontribusi meningkatkan inflasi 0,5 persen.

Kenaikan harga beras tidak bisa dipungkiri karena harga gabah tingkat petani mengalami kenaikan menjadi Rp5.000-Rp7.000 per kilogram, sehingga beras jenis premium dan medium turut naik. “Beras medium saja sekarang harganya sudah di atas Rp10 ribu per kilogram,” kata Alwan.

Alwan mengklaim inflasi Kota Mataram dari bulan ke bulan masih di bawah nasional. Untuk bulan September masih di angka 1,58 persen dibandingkan tahun sebelumnya 4,9 persen. Pemkot Mataram ingin mempertahankan dan mengendalikan laju inflasi tersebut.

Kedepannya berbagai kegiatan keagamaan seperti perayaan maulid dan perayaan Hari Raya Natal di bulan Desember.

Oleh karena itu, kebutuhan pokok yang sekiranya berpotensi menyumbang inflasi akan digelar operasi pasar secara masif. “Skenario pengendalian mulai kita pikirkan sejak sekarang mana yang berpotensi terjadinya kenaikan inflasi harus mulai ditekan melalui operasi pasar,” terangnya.

Alwan mengakui, stok beras mulai berkurang setelah digelontorkannya program cadangan pangan oleh pemerintah pusat. Pemkot Mataram akan bekerjasama dengan Pemprov NTB, untuk pengendalian beras supaya tidak dikirim ke luar daerah.

Selain itu, langkah antisipasi menekan inflasi dan kenaikan harga diantaranya meningkatkan pemantauan dan pengawasan perkembangan harga bahan pokok dan penting serta mengamankan ketersediaan pasokan, baik ke pasar-pasar tradisional maupun ke retail modern dan distributor.

Melaksanakan kegiatan Pasar Rakyat, Gerakan Pangan Murah dan kegiatan Pasar Tani serta Operasi Pasar dan Stabilitas Harga dalam menyediakan kebutuhan masyarakat Kota Mataram dengan harga yang wajar dan terjangkau.

Selanjutnya, perlu memperkuat Kerjasama Antar Daerah untuk menjamin ketersediaan pasokan bahan pokok yang sering mengalami defisit. “Diperlukan konsistensi dan keberlanjutan program gerakan menanam dalam Kampung Tanggap Inflasi yang merupakan implementasi dari program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) yang bersinergi dengan program TP PKK Kota Mataram dengan Aku Hatinya PKK, dalam pemanfaatan lahan pekarangan sehingga dapat memberikan kontribusi Mataram dalam pengendalian inflasi kota,” terangnya.

Alwan mengimbau agar berbelanja sesuai kebutuhan dan masyarakat tidak terjadi kepanikan membeli. (cem)