Mahasiswa Unizar Siap Jalani Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka III

0

Mataram (Suara NTB) – Universitas Islam Al-Azhar (Unizar) menggelar prosesi pelepasan dua mahasiswa terbaik Unizar, Jovi Jasril dan Aprilya Yudistira, dari Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis, yang siap menjalani Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) III di Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya, Lampung. Pelepasan itu dilaksanakan pada Sabtu, 16 September 2023.

Pelepasan mahasiswa ini merupakan salah satu momen penting dalam perjalanan akademik mereka. Acara ini diawali dengan sambutan dari Kabiro Akademik Unizar yang disaksikan oleh sejumlah tokoh akademik, seperti Rektor, Ketua Senat Akademik, Wakil Rektor I, Kabiro Kemahasiswaan, Dekan Fakultas Agama Islam, Kaprodi Ilmu Hukum, Kaprodi Akuntansi, Kaprodi Biologi, serta segenap mahasiswa Unizar.

Dalam sambutannya, Kabiro Akademik Unizar, Fahrul Irawan, S.Pt., M.Si., Ph.D, menyampaikan, Unizar setiap tahunnya selalu mengirimkan mahasiswa untuk kegiatan PMM ini. Tahun lalu (2022, red), ada 7 mahasiswa yang dikirim ke berbagai Universitas ternama, seperti UAD, UNISMA, IPB, UPI, dan IIB Darmajaya. “Mudah-mudahan ke depannya kita harapkan mahasiswa lain bisa termotivasi untuk mengikuti program ini karena akan mendapat banyak pengalaman yang luar biasa, yang tidak didapatkan di kampus sendiri,” ujarnya.

Rektor Unizar, Dr. Ir. Muh. Ansyar, MP., menyemangati mahasiswa yang akan berangkat menjalani program PMM III. “Hari ini kita melepaskan mahasiswa untuk mengikuti program PMM III, yang tentu saja akan kembali lagi ke Unizar. Dilepaskan, tapi nanti kembali lagi. Mudah-mudahan dapat menimba ilmu di Lampung, bergaul dengan banyak orang baru, dan mengetahui sistem yang baru di sana. Silakan manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya dan menyesuaikan dirilah di tempat yang baru,” ujarnya.

Sesi berikutnya adalah sharing session dari peserta PMM II, yang memberikan inspirasi kepada Jovi Jasril dan Aprilya Yudistira, serta semua mahasiswa yang hadir di acara ini. Nadia Putri menjalani program PMM II di IPB, pertama-tama yang dialaminya adalah culture shock, di mana dosen mengajar menggunakan bahasa Inggris.

Karina Juniarti Utami menjalani PMM II di UPI, dia menyarankan agar mahasiswa tidak lupa berdiskusi dengan orang tua dan berbagi pengalaman ketika dia menimba ilmu di UPI, banyak teman-temannya menggunakan bahasa Sunda, sehingga memerlukan adaptasi bahasa. Rachmat Aditya Baruna Putra lulus program Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) angkatan IV pada Ditjen Perumahan Kementerian PUPR, sebuah pencapaian yang menginspirasi para mahasiswa Unizar yang lainnya.

Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka ini tentunya memberikan beragam manfaat kepada mahasiswa yang mengikutinya. Pertama, mahasiswa memiliki kesempatan untuk studi di luar kota, yang membawa pengalaman belajar yang berbeda dan memungkinkan mereka untuk menjelajahi budaya serta lingkungan akademik baru. Selain itu, program ini juga menggali aspek pembelajaran bahasa dan budaya, memungkinkan mahasiswa untuk meningkatkan kemampuan berbahasa asing dan pemahaman tentang budaya lokal di kota tujuan.

Selain aspek akademis, pertukaran mahasiswa melalui MBKM juga menghasilkan perkembangan pribadi yang signifikan. Mahasiswa akan berinteraksi dengan orang-orang dari berbagai latar belakang budaya, mengembangkan keterampilan kemandirian, manajemen waktu, dan ketahanan mental. Melalui pertukaran ini, mereka juga memiliki kesempatan untuk membangun jaringan internasional dan memperluas pemahaman dalam bidang akademik tertentu. Selain itu, pengalaman ini akan membawa manfaat jangka panjang dalam pengembangan pribadi dan profesional mereka.

Perjalanan pendidikan Jovi Jasril dan Aprilya Yudistira di PMM III ini akan menjadi pengalaman berharga dalam perjalanan akademik mereka. (ron)