Kantor Bahasa NTB Sasar Program untuk Tunarungu dan Tunanetra

0

Mataram (Suara NTB) – Penguatan kebermanfaatan inovasi aplikasi Kamus dalam Jaringan Sistem Isyarat Bahasa Indonesia (Kadaring SIBI) menjadi salah satu prioritas Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat. Kepala Kantor Bahasa Provinsi NTB, Puji Retno Hardiningtyas, bersama tim melakukan sosialisasi pengembangan aplikasi Kadaring SIBI di SLBN 1 Lombok Tengah, pada Rabu, 13 September 2023.

Pada awal pertemuan, Puji Retno mengungkapkan tujuan kunjungan Kantor Bahasa NTB adalah menyosialisasikan informasi pemutakhiran data aplikasi. Berdasarkan data pengembangan, pada tahun 2022 terdapat 750 kosakata SIBI yang telah diunggah di aplikasi.

Sebelumnya, pada tahun 2021 terdapat 350 kosakata. Selain itu, kunjungan juga bertujuan untuk melakukan jejak dengar kebermanfaatan aplikasi Kadaring SIBI yang selama ini dirasakan oleh tenaga pendidik dan siswa di SLBN 1 Lombok Tengah.

“Saat ini, Kadaring SIBI menjadi program unggulan kami. Semoga jangkauan penggunaan aplikasi ini tidak hanya di Pulau Lombok, tetapi juga pulau Sumbawa. Ini merupakan tanggung jawab kami untuk bekerja sama dengan SLBN yang ada di Nusa Tenggara Barat,” ujar Puji Retno.

Lebih lanjut, ia menjelaskan kunjungan tidak hanya sebatas untuk aplikasi Kadaring SIBI. Agenda berikutnya adalah pengalihaksaraan tiga buku cerita bahasa Indonesia dan bahasa daerah Sasak, Samawa, dan Mbojo ke dalam aksara Braille. Sasarannya adalah teman disabilitas tunanetra sebagai salah satu upaya penyediaan buku bahan bacaan literasi yang setara, yaitu menyasar teman tunanetra.

“Kami membawa tiga cerita anak dalam bahasa Indonesia dan bahasa Sasak, Samawa, dan Mbojo yang akan dialihaksarakan ke aksara Braille. Harapan kami, semoga ke depannya kami bisa mengalihwahanakan buku cerita yang lebih banyak dan beragam ke dalam aksara Braille. Ketiga buku cerita yang telah dialihaksarakan nanti akan dibuat dalam bentuk file pdf dan diunggah di laman kantor kami,” pungkasnya.

Kepala SLBN 1 Lombok Tengah, H. Sahrin, menyambut baik tujuan dan program Kantor Bahasa Provinsi NTB. Ia menyatakan bahwa program ini telah dibahas sebelumnya saat penandatanganan Kontrak Kerja Sama pada awal tahun 2023.

“Kami mengapresiasi dan berterima kasih atas kepedulian Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat terhadap anak-anak didik disabilitas kami. Kami terus berupaya mewujudkan sinergi. Saat ini, kami sudah memiliki guru bahasa isyarat sebagai penguat pengajaran di sekolah. Sepertinya, perlu juga adanya penyediaan petunjuk arah dalam aksara Braille di lingkungan Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat. Hal ini luar biasa sekali. Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat telah melakukan inisiatif dan kepedulian terhadap disabilitas tunarungu dan tunanetra,” ungkapnya menyatakan apresiasi atas program yang dinilai memedulikan kesetaraan hak pendidikan yang sama bagi anak didik disabilitas.

Program penguatan aplikasi Kadaring SIBI dan pengalihwahanaan cerita anak ke dalam aksara Braille akan terus diupayakan oleh Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat. Pada kegiatan ini, hadir tim guru bahasa isyarat yang membantu proses evaluasi ke depannya, yaitu Fazlur Rahman, Zianni Fikri, dan Lalu Imam Hafid.

Perwakilan siswa juga dilibatkan untuk pengembangan ke depannya, yaitu Muhamad Farhan Hadi, siswa kelas XII SLBN 1 Lombok Tengah. Target penyelesaian alih wahana buku cerita anak ke dalam aksara Braille ditargetkan rampung dalam waktu satu minggu.

Pada akhir pertemuan, Muhamad Farhan Hadi, menyampaikan manfaat yang dirasakan dengan adanya aplikasi Kadaring SIBI. Menurutnya, aplikasi Kadaring SIBI membantu komunikasi dengan teman-teman dan para pengajar, serta tenaga pendidik lainnya yang ada di sekolah. (ron)