Wilayah Terdampak Kekeringan di Lobar Bertambah 18 Desa

0

Giri Menang (Suara NTB) – Wilayah terdampak kekeringan di Lombok Barat (Lobar) kian meluas. Hingga saat ini terdapat 18 desa terdampak krisis air, setelah Desa Duman Kecamatan Lingsar mengajukan bantuan air bersih ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Untuk penanganan Kekeringan ini, semua OPD diharapkan terjun membantu instansi teknis dalam droping bantuan air bersih ke warga terdampak.

Kepala pelaksana BPBD Lobar, Syahrudin menyebut dari data terbaru ada tambahan desa yang terkena kekeringan. Menyusul dua desa di kecamatan Lingsar, yakni desa Duman, ada dua dusun terkena Kekeringan. Kemudian Desa Persiapan Punikan. “Sehingga SK Pak bupati sekitar 16 desa, bertambah lagi menjadi 18 Desa,” sebut dia, Kamis, 7 September 2023 saat droping ke daerah Penanggak. Pihaknya mem-backup kecamatan dengan memberikan bantuan jeriken untuk alat distribusi air ke warga.

Diakui, hampir sebagian wilayah di 6 kecamatan di Lobar dilanda Kekeringan. Dan penanganannya pun jangka pendek, yakni droping air oleh instansi yang memiliki kendaraan tengki air. Menurutnya, harus dilakukan program jangka panjang yang didukung oleh potensi sarana prasarana dan sumberdaya yang ada. Sebab jika tidak ditangani jangka panjang maka tiap tahun dilanda Krisis air. Seperti di Daerah Batulayar, terdapat potensi sumur bor dan sumber mata air Senbiris yang bisa dimaksimalkan untuk penanganan kekeringan di Daerah setempat. “Ada sumber mata air dan sumur bor, itu butuh mesin tembak, dan pipa,” jelasnya.

Kemudian ada SPAM yang mengambil air dari sumber mata air, tinggal disambungkan ke daerah itu. Terkait hal ini pihaknya akan sampaikan ke Pemda agar mendapatkan prioritas penanganan.

Sementara itu, Camat Batulayar, Afgan Kusumanegara mengatakan, di daerahnya sebanyak tujuh dusun di tiga desa terdampak kekeringan. “Ada tujuh dusun terkena kekeringan,” jelasnya. Untuk penanganan kedepannya, perlu dimaksimalkan sumber mata air yang sudah dibangun sarana SPAM di daerah Pusuk. “Jaraknya dengan daerah ini sekitar 3-4 kilometer, itu butuh pipa,” ujarnya.

Menurutnya kalau SPAM itu dipasangkan pipa ke daesah bagian Bunut Boyot, maka airnya bisa didistribusikan ke daerah-daerah lain yang dilanda kekeringan. Selain sumber mata air, ada juga sumur bor yang harus dibantu mesin dan pipa agar bisa dialirkan ke rumah-rumah warga. Pihaknya pun segera menyusun usulan ke Pemkab terkait penanganan kekeringan di daerah setempat. Lebih lanjut dijelaskan, untuk penanganan jangka pendek pihaknya hampir tiap hari turun distribusi air. Pihaknya sudah menjadwalkan pendistribusian air bersih ke tujuh Dusun tersebut. (her)