PEMPROV NTB melalui Biro Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Setda NTB terus menggenjot seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemprov NTB segera menuntaskan tender barang atau proyek. Apalagi sekarang ini, sudah memasuki bulan September, sehingga proyek-proyek yang semestinya belum tuntas segera ditender, sehingga bisa segera dikerjakan.
Yang sedang dalam proses lelang adalah pembangunan jembatan di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) NTB di Pulau Sumbawa senilai Rp1,4 miliar. Target selesai akhir September ini semua bisa ditender, ujar Kepala Biro PBJ Setda NTB Roni Yuhaeri saat dikonfirmasi Suara NTB di sela-sela mengikuti peringatan Hari Olahraga Nasional di Lapangan Bumi Gora Kantor Gubernur NTB, Jumat, 8 September 2023.
Proyek-proyek yang sudah selesai proses di Biro PBJ sedang dalam proses pengerjaan dan diharapkan bisa tuntas di akhir tahun 2023 atau sesuai dengan kontrak yang sudah ditandatangani. Dari seluruh proyek yang sudah selesai proses lelang nilainya sekitar Rp130 miliar.
Yang sudah selesai, proyek yang bersumber dari DAK dan DBHCHT. Yang lainnya dari APBD murni. DAK nilainya Rp112 miliar lebih, DBHCHT belum dicek, APBD murni sekitar Rp10 miliar, tambahnya.
Ditegaskannya, dalam proses lelang tindak lanjut pelaksanaan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2022 tentang Penggunaan Produk Dalam Negeri (PDN) di daerah di setiap tender terus dievaluasi oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan BPKP. Untuk tingkat Provinsi NTB, Tim Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) sudah menggelar rapat dalam memastikan penggunaan PDN.
Menurutnya, e-katalog merupakan aplikasi belanja online yang dikembangkan oleh LKPP yang diharapkan dapat meningkatkan penggunaan produk lokal yang disediakan oleh usaha mikro, kecil dan koperasi.
Untuk mendukung terlaksananya Instruksi Presiden tersebut, Pemprov NTB telah beberapa kali melakukan sosialiasi dan onboarding e-Katalog kepada para pelaku usaha yang ada di wilayah Provinsi NTB untuk mendaftarkan produknya di e-Katalog Lokal Provinsi NTB.
Dari data progres e-katalog lokal Provinsi NTB hingga 10 Agustus 2023, ada 11.051 produk yang tersedia, 500 penyedia dan 30 etalase. Sementara jika digabung dengan pemerintah kabupaten/kota, kementerian/lembaga dan perangkat daerah lainnya, maka jumlah penyedia sebanyak 1.313 dengan produk tayang se NTB sebanyak 24.045.
Sementara transaksi e-purchasing sebanyak Rp275,9 miliar dan e-katalog lokal senilai Rp89,5 miliar. Nilai e-katalog lokal ini berasal dari Pemprov NTB sebesar Rp48 miliar, kementerian/lembaga/perangkat daerah lainnya sebesar Rp41,miliar. Sedangkan nilai transaksi PDN di e-katalog sebesar Rp171,9 miliar atau 62,41 persen dan produk impor sebesar Rp103,5 miliar atau 37,59 persen. (ham)