Bupati KSB ke Estonia Hadiri KTT OGP Global Summit 2023

0

Taliwang (Suara NTB) – Bupati Sumbawa Barat, H. W. Musyafirin bertolak menunju ke Estonia. Keberangkatan bupati ke salah satu negara eropa tengah itu dalam rangka menghadiri KTT Open Government Partnership (OGP) Global Summit 2023.

Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Setda KSB, Suryaman menjelaskan, bupati berangkat didampingi istri, kepala BRIDA dan dua orang CSO (civil society) sebagai peserta rombongan. Dan untuk rombongan asal Indonesia terdiri dari 39 orang”Posisi beliau hari ini sudah ada di Bali dan rencananya hari ini juga akan naik pesawat (berangkat ke Estonia),” terangnya, Senin, 4 September 2023.

Pelaksanaan kegiatan KTT OGP Global Summit 2023 akan digelar selama dua hari sejak tanggal 6 hingga 7 September di kota Tallinn, ibukota Estonia. Kegiatan ini akan dihadiri sebanyak 76 negara dengan lebih dari 2.000 tamu undangan, termasuk bupati KSB, H. W. Musyafirin di dalamnya.

Bupati KSB sendiri tak serta merta menjadi tamu undangan pada acara skala internasional itu. Oleh forum tersebut, KSB sebelumnya di tingkat OGP lokal (Indonesia/Asia) terpilih menjadi salah satu daerah di Indonesia yang berhasil memenuhi seluruh komitmen atas tujuan forum. Ada pun program yang diajukan KSB yakni Program Forum Yasinan.

Menurut Suryaman, selama berada di Tallinn bupati akan mengikuti sejumlah rangkaian kegiatan KTT. Tidak saja menjadi tamu undangan, bupati akan diberi kesempatan mempresentasikan program Forum Yasinan dalam pertemuan seluruh kabupaten/kota di dunia yang terpilih mewakili negaranya masing-masing.

“Di forum nanti akan ada sesi klinis. Di situ akan terjadi interaksi para kepala daerah dari sejumlah negara untuk sharing pengalaman dalam menjalankan programnya tersebut,” papar Suryaman.

Sebagai informasi forum OGP merupakan kerja sama multilateral yang bertujuan untuk melandasi komitmen dari pemerintahan untuk lebih transparan, memperkuat ke masyarakatan, memerangi korupsi dan mengaplikasi teknologi-teknologi terkini untuk memperkuat system pemerintahan.

OGP dicetuskan pada 20 September 2011 oleh 8 negara yaitu Indonesia, Brazil, Mexico, Norwegia, Filipina, Afrika Selatan, Inggris dan Amerika, yang mendukung deklarasi transparansi pada pemerintahan serta merumuskan rencana aksi negara mereka masing-masing.

Dilansir dari laman resminya, OGP menjelaskan bahwa Estonia akan menjadi tuan rumah KTT Global OGP 2023 pada 6-7 September di Tallinn, Estonia.

KTT ini akan mempertemukan para Kepala Negara dan Pemerintahan, perwakilan masyarakat sipil dan pembuat kebijakan di seluruh dunia.

KTT ini akan fokus pada pemerintahan terbuka di era digital, potensi teknologi untuk menjadikan pemerintahan dan pembuatan kebijakan lebih transparan dan akuntabel, serta pelestarian demokrasi.

“Tata kelola (e)-governance Estonia yang transparan dan kerja sama yang erat dengan masyarakat sipil merupakan hal yang menonjol di dunia, dan perjalanan mereka telah menawarkan pengalaman berharga untuk diwariskan.”

Sebelumnya, Bupati KSB, H. W. Musyafirin telah menerima perwakilan Bapenas RI dan tim OGP, baru-baru ini. Di hadapan Direktur Aparatur Sipil Negara dan Transformasi Birokrasi Kementerian Bappenas, Priyanto Rohmattullah, Musyafirin memaparkan enam komitmen OGP lokal Pemda KSB.

Pertama, penguatan kebijakan aksi kolaborasi, kemitraan dan kerja sama antara pemerintah, masyarakat sipil, sektor swasta dalam penyelanggaraan pemerintahan daerah pada Program Pemberdayaan Gotong Royong (PDPGR); Kedua, mewujudkan posyandu gotong royong sebagai pusat pelayanan, pemberdayaan dan pembangunan pada tingkat komunitas; Ketiga, mewujudkan KSB satu data yang partisipatif, berkualitas, mudah diakses dan bermanfaat bagi semua pihak (inklusif); Keempat, penguatan forum Yasinan sebagai media konsultasi, evaluasi, pengaduan dan penyelesaian masalah bersama; Kelima, penguatan perlindungan dan pemberdayaan penyandang PMKS dan kelompok rentan lainnya berbasis gotong royong dan terakhir penataan organisasi perangkat daerah menuju pemerintahan yang akuntabel dan melayani. “Satu per satu komitmen ini kita paparkan,” katanya.

Sementara itu, Direktur Aparatur Sipil Negara dan Transformasi Birokrasi Kementerian Bappenas Priyanto Rohmattullah mengapresiasi kinerja Pemda KSB. Menurutnya, KSB mempunyai wawasan ke depan dan apa yang dilakukan saat ini bisa diterapkan atau dicontoh daerah lain. KSB mampu mengembangkan inovasi yang bisa menjadi kegiatan menarik di ajang OGP global nantinya. “KSB bisa mengemas Yasinan tidak hanya kegiatan keagamaan tetapi juga bisa menjadi forum pengaduan. Dan ini perlu kita jaga keberlanjutannya,” katanya. (bug)