RSUD KLU Tingkatkan Integrasi Pelayanan Penyakit Kronis

0
RSUD KLU saat memberikan pelayanan kepada pasien yang berkunjung. (Suara NTB/ari)

Tanjung (Suara NTB) – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Lombok Utara (KLU) terus meningkatkan pelayanan terintegrasi dengan instansi terkait – BPJS dan Dinas Kesehatan – c.q Puskesmas. Salah satu aspek pelayanan yang ditingkatkan adalah deteksi dini penyakit kronis yang diderita masyarakat.

Kasi Humas RSUD Lombok Utara, Jumat, 1 September 2023, Anggi Hidayat, kepada wartawan mengungkapkan kerjasama yang sudah terjalin antara puskesmas dengan BPJS semakin ditingkatkan. RSUD pun terus mengembangkan pendekatan pelayanan medis, termasuk Program Pelayanan Penyakit Kronis (Prolanis).

“Prolanis ini harus ada penanganan ekstra terkait penyakit seperti diabetes, hipertensi, jantung, hingga stroke,” ungkap Anggi.

Ia menjelaskan, masyarakat penderita penyakit kronis sedianya mendatangi fasilitas kesehatan secara berkala untuk mendiagnosa maupun dalam rangka pengobatan. Di saat bersamaan, masyarakat juga harus mendapatkan edukasi mengenai sebab dan faktor apa saja yang bisa memperparah suatu penyakit akibat kebiasaan negatif penderitanya.

“Integrasi ini kita tujuannya untuk deteksi dini. Misal ada kasus ditemukan di puskesmas, supaya bisa langsung dirujuk ke kami. Karena penanganan penyakit kronis harus rutin,” ungkapnya.

Ditambahkan Anggi, skrining di tingkat bawah jika dilakukan lebih cepat akan semakin baik. Karena khusus di Lombok Utara didapati banyak masyarakat yang mengidap penyakit kronis. Upaya penanganan dengan cara integrasi disebutnya akan lebih memudahkan masyarakat untuk penanganan lebih lanjut.

“Selain itu langkah kita juga ke depan akan membangun apotik rujuk balik (PRB) khusus prolanis. Memang apotek sekarang itu masih umum, hanya saja dari segi obat sudah disediakan khusus. Kalau ada apotek sendiri pasien akan lebih mudah.  Kita juga lakukan skrining untuk deteksi dini kanker serviks untuk pencegahan. Hindari wanita risiko kanker serviks, kasusnya memang tidak terlalu tinggi tapi penyakit kanker ini tergolong mematikan,” demikian Anggi. (ari)

P