Permintaan Vanili Organik dari Luar Negeri Tak Terbatas

0

PERMINTAAN vanili organik dari luar negeri diharapkan sebanyak-banyaknya. Namun baru sedikit saja yang bisa dipenuhi. Itupun baru satu buyer dari satu negara, belum buyer  lain di negara lainnya.

Negara Amerika Serikat menjadi pangsa pasar paling potensial bagi hasil kekayaan alam Lombok, yaitu vanili organik. Sudah beberapa tahun terakhir, pengusaha dari Lombok Timur, pemilik UD. Rempah Organik Lombok, Mohir intens mengekspor vanili organik kering yang dihasilkan oleh kelompok-kelompok tani binaannya.

Amerika Serikat menjadi negara paling primadona, dan paling menjanjikan bagi bisnis vanili organik. Alasannya, selain harga belinya yang paling tinggi dibanding buyer dari negara-negara lainnya, ia juga sudah membangun kerjasama bisnis secara berkelanjutan.  “Konsep kerjasama (bisnis) dengan Amerika agak beda dibandingkan yang lain-lain,” jelas Mohir pekan kemarin.

Pemilik UD. Rempah Organik Lombok, Mohir menunjukkan vanili kering sudah dikemas dan siap ekspor. (Ekbis NTB/ist)

Menurutnya, permintaan vanili organik oleh buyer Amerika ini cukup tinggi. Sangat jauh dibandingkan dengan potensi produksi vanili di wilayah NTB saat ini.

Untuk Lombok saja, lanjut Mohir, kelompok binaan budidaya vanili organik ini tersebar di Wilayah Lombok Utara, dan Lombok Timur. Ada sebanyak   30 hektar, 82 hektar,dan 96 hektar.

“Paling mentok kita bisa menghasilkan vanili organik delapan ton. Masih belum menutupi permintaan dari Amerika Serikat saja,” katanya.

Perkembangan harga vanili dari tahun ke tahun di pasar negara Adi Kuasa ini. Di mana pada 2002 memiliki dua perbedaan golongan pasar vanili, yaitu untuk basahnya dijual sekitar Rp200.000/Kg dan jenis keringnya Rp1.700.000/Kg.

Tahun 2003 mengalami peningkatan harga jual, menjadi Rp350.000/Kg untuk basah. Puncak harga penjualannya mencapai Rp475.000/Kg vanili basah.

Akan tetapi setelah 2004, harga penjualan vanili mengalami penurunan. Harganya jualnya menurun menjadi Rp45.000/Kg vanili basah. Situasi itu berlanjut di 2005-2009, harga jual vanili semakin menurun drastis. Di mana pada 2009 menurun menjadi Rp15.000/Kg vanili basah.

Untungnya harga kembali pulih di periode 2010-2020. Pada tahun 2010, harga jualnya Rp40.000/Kg vanili basah. Pada 2011, harga jualnya meroket ke Rp150.000/Kg vanili basah. Kondisi itu teruas berlanjut pada 2013 yang harga jualnya Rp250.000/Kg vanili basah. Pada 2014 harga jualnya Rp250.000/Kg vanili basah.

Kemudian pada 2016, harga jualnya Rp300.000/Kg vanili basah. 2017 harga jualnya Rp550.000/Kg vanili basah. Namun pada 2018 harga jualnya kembali turun ke Rp350.000/kg vanili basah. 2019 harga jualnya kembali turun ke Rp300.000/Kg vanili basah, dan pada 2020 harga jualnya Rp275.000. Pada tahun 2023 ini, harga jual vanili Rp1.600.000/Kg, sudah termasuk biaya ekspor.

Selain Amerika Serikat, ada beberapa permintaan dari negara-negara lain. Di antaranya Prancis, Australia, ada juga kiriman contoh ke Jerman. Dan beberapa negara lainnya juga meminta pasokan vanili organik dari daerah ini.(bul)