Bupati Benarkan AMMAN Minat Beli Bandara Sekongkang

0

Taliwang (Suara NTB) – Bupati Sumbawa Barat, H. W. Musyafirin tak menampik jika PT AMMAN berminat untuk mengambil alih lahan bandara Sekongkang. Bahkan orang nomor satu di KSB ini menyebut, minat perusahaan yang mengelola blok tambang Batu Hijau itu sudah lama diutarakan kepada pemerintah KSB.

“Memang sudah mengajukan minat (membeli). Sudah lama itu akhir tahub 2022 mereka (AMMAN) sampaikan ke kita,” ungkap bupati saat ditanya seputar informasi ketertarikan PT AMMAN membeli bandara Sekongkang.

Meski membenarkan, bupati menyebut pemerintah belum menentukan sikap atas tawaran PT AMMAN itu. Menurutnya, perlu dilakukan kajian secara komperhensif untuk melihat untung rugi yang diperoleh pemerintah KSB jika akhirnya bandara tersebut dilepas ke perusahaan. “Dan keputusan untuk melepas kan harus atas persetujuan dewan juga. Dan itu (tawaran AMMAN) itu belum kami sampaikan ke DPR juga ya,” ujarnya.

Bupati sendiri memperkirakan minat PT AMMAN mau membeli bandara Sekongkang itu bukan untuk kebutuhan proyek pertambangan. Namun perusahaan akan menggunakannya untuk pengembangan kawasan pariwisata. Analisa bupati itu sendiri dikuatkan karena PT AMMAN sebelumnya sudah mengakuisisi beberapa fasilitas wisata di sekitar bandara. “(Hotel) Yoyo sekarang kan sudah mereka beli. Nah posisinya kan dekat dari bandara,” urai bupati seraya kembali menegaskan bahwa pemerintah tetap akan mempertimbangkan untung rugi atas tawaran PT AMMAN itu.

“Kalau nanti itu memang (benar) bisa membantu percepatan pengembangan pariwisata kita ya kenapa tidak (dilepaskan),” demikian bupati.

Dalami Kasus

Sebelumnya dikabarkan, Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB, masih mendalami kasus dugaan korupsi dalam pembebasan lahan pembangunan Bandara Sekongkang, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Setelah Kepala BPKAD KSB, Kadishub, Kabag Pemerintahan, dan mantan Kadistanbun diminta keterangan beberapa waktu lalu, Senin, 26 Juni 2023, giliran manajemen PT AMNT (Amman Mineral Nusa Tenggara) yang diklarifikasi.

Petinggi dari PT AMNT yang diklarifikasi adalah Manager External Relation PT. AMNT, Ahmad Salim. ‘’Iya hari ini (kemarin) ada yang kita mintai keterangan terkait kasus Bandara Sekongkang yakni dari manajemen PT AMNT yang diwakili Ahmad Salim selaku Manajer External Relation,’’ kata Kasi Penkum Kejati NTB Efrien Saputera, kepada wartawan, Senin, 26 Juni 2023. Efrien menjelaskan, Ahmad Salim menjalani pemeriksaan sejak pagi hingga sore sekitar pukul 17.00 Wita.

Permintaan klarifikasi terhadap manajemen PT AMNT dilakukan terkait sewa Bandara Sekongkang yang dilakukan oleh PT AMNT. Sementara terkait materi pemeriksaan dia enggan memberikan informasi lebih lanjut. ‘’Iya soal Bandara Sekongkang, tetapi untuk materi pemeriksaan itu ranah penyidik pidana khusus,’’ ujarnya.

Seperti diketahui, Advokat Yan Mangandar, SH., MH, melaporkan adanya dugaan korupsi pembangunan Bandara Sekongkang ke Kejati NTB pada 18 April 2023 lalu. Dalam laporannya itu menjelaskan, Pemda KSB, telah bersepakat bahwa PT Amman Mineral Nusa Tenggara (PT AMNT) yang akan mengelola dan membangun infrastruktur penunjang Bandara Sekongkang.

Pertemuan dengan pemegang saham PT AMNT dilakukan di Jakarta pada 22 Maret 2017. Dalam kesepakatan itu seluruh infrastruktur penunjang untuk keselamatan penerbangan akan dibangun oleh PT AMNT melalui program hibah.

Dalam perjalanannya pembangunan bandara Sekongkang terindikasi bermasalah. Berdasarkan penelusuran Suara NTB, status bandara itu sudah tercatat sebagai aset pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat sejak tahun 2012. Bandara ini sebelumnya dibeli oleh pemerintah dari seorang pengusaha dengan hajat memangkas waktu tempuh wisatawan ke Sumbawa Barat.

Setelah dibeli, pemerintah langsung melakukan intervensi lebih lanjut terhadap bandara tersebut. Di tahun 2014 Pemkab Sumbawa Barat mengalokasikan anggaran sebesar Rp7,012 miliar. Sementara pemenang dari paket tersebut yakni PT IPT dari Jakarta Timur.

Pemerintah juga menggelontorkan anggaran sebesar Rp1,1 miliar di APBD- Perubahan tahun 2017. Anggaran tersebut dikucurkan oleh pemerintah dalam rangka penyusunan Rencana Induk Bandara (RIB) yang dimenangkan oleh PT AU.

Namun seiring berjalannya waktu, bandara tersebut tidak kunjung beroperasi secara maksimal. Bahkan tercatat hanya beberapa kali saja bandara tersebut didarati oleh pesawat jenis twin otter. Setelahnya tidak kunjung ada pendaratan satu pesawat pun hingga saat ini. (bug)