Pengawasan Berbasis Masyarakat

0

PESATNYA perkembangan teknologi dan informasi yang dibarengi dengan bermunculan banyak lembaga penyiaran, termasuk di NTB. Munculnya banyak lembaga penyiaran ini mengharuskan dilakukan pengawasan mengenai isi siaran dan program yang ada di lembaga penyiaran tersebut. Untuk itu, Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) NTB akan mencanangkan Desa Peduli Penyiaran dan Penandatanganan MoU bersama 4  lembaga  tanggal 11 September 2023.

Ketua KPID NTB Ajeng Roslinda Motimori, S.Pt., M.Si., menjelaskan, jika keberadaan Desa Peduli Penyiaran ini sebagai langkah preventif membuat program fungsi pengawasan berbasis masyarakat di era digitalisasi. Karena besok ini, banyak lahir lembaga penyiaran baru dan bisa dilihat perkembangannya,’’ ujarnya saat dikonfirmasi usai bertemu Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd., di ruang kerjanya, Senin, 28 Agustus 2023.

Pada pencanangan Desa Peduli Penyiaran ini, tambahnya, pihaknya meminta waktu dari Gubernur dan Wakil Gubernur  membacakan nominasi secara bersama-sama, karena di sana hadir seluruh kepala desa se NTB, KPU/Bawaslu se NTB dan lembaga penyiaran. ‘’Karena itu agenda tahunan yang memberikan reward pada lembaga penyiaran untuk memberikan pprogram terbaiknya,’’ terangnya.

 Sekarang ini, ujarnya, teknologi penyiaran lebih mudah sekarang (digital) dibandingkan saat bersiaran analog, karena 1 frekeunsi bisa sampai 8 chanel lembaga penyiaran yang ada di situ. ‘’Jadi tidak bisa pengawasan yang ada di situ dilakukan oleh KPID tanpa melibatkan masyarakat sebagai pengawas partisipatif,’’ tegasnya.

Diakuinya, siaran analog di NTB sudah dihentikan tanggal 12 Agustus lalu dan sepenuhnya sudah siaran digital. Namun, pihaknya masih menemukan ada lembaga penyiaran yang masih siaran analog. Dalam hal ini KPID sudah melakukan pengawasan dan memberikan informasi pada Balmon, namun, kebijakan penghentian ini ada di Kementerian Komunikasi dan Informasi.

 Mengenai ada lembaga penyiaran di NTB yang belum berizin, diakuinya, izinnya sudah ada dari pusat. Sekarang ini, mereka sedang melakukan siaran uji coba di daerah dan izinnya sudah tidak ada masalah. (ham)