Kejari KSB Gelar Pemusnahan Barang Bukti Kejahatan

0
Kajari Sumbawa Barat, Hj. Titin Herawati Utara dan jajarannya disaksikan oleh Kapolres dan Asisten I saat melakukan pemusnahan barang bukti berupa sabu dengan cara diblender.(Suara NTB/ist)

Taliwang (Suara NTB) – Belasan item barang bukti dimusnahakan Kejakasaan Negeri (Kejari) Sumbawa Barat. Barang bukti tersebut berasal dari sejumlah kasus kejahatan pidana yang telah berhasil ditangani Kejari KSB pada 6 bulan pertama tahun 2023 ini.

Kegiatan pemusnahan barang bukti itu dilaksanakan di halaman kantor Kejari KSB, Jumat, 18 Agustus 2023. Dipimpin langsung oleh kepala Kejaksaan KSB, Hj. Titin Herawati Utara, proses pemusnahan itu turut disaksikan oleh kapolres KSB, AKBP Yasmara Harahap, Dandim 1628/Sumbawa Barat Letkol. Inf. Octavian Englana Partadimaja dan Asisten I Mulyadi yang mewakili pemerintah KSB.

“Kegiatan kami hari ini adalah merupakan bagian dari tanggung jawab dan kewenangan kejaksaan. Khususnya jaksa sebagai eksekutor sebagai pelaksana eksekutor putusan pengadilan,” kata Kajari, Hj. Titin Herawati Utara dalam sambutannya.

Barang bukti yang dimusnahkan itu berasal dari 25 kasus tindak pidana. Di mana kata Kajari, seluruh kasus itu merupakan tindak pidana umum. Mulai dari perkara narkoba, perlindungan anak, penganiayaan dan pengeroyokan, pencurian hingga kasus peternakan dan kesehatan hewan.

“Semua kasusnya sudah berkekuatan hukum tetap (inkracht) dan para tersangkanya pun sudah di lapas (Lembaga Permasyarakatan),” urai Hj. Titin.

Adapun barang bukti yang dimusnahkan antara lain narkotika jenis sabu, timbangan digital, sumbu, korek, plastik klip, bong, handphone, gunting, pakaian, sajam dan lain-lain. Proses pemusnahan itu dilakukan dengan dua cara. Untuk sabu perlakukannya dengan cara diblender sementara barang-barang dalam bentuk padat dihancurkan menggunakan api atau dibakar.

Dijelaskan Kajari, prosedur pemusnahan itu dilalukan dengan tetap memperhatikan keselamatan kesehatan dan kebersihan lingkungan. “Kami memastikan tidak ada barang bukti yang kemudian tetap berbentuk lagi. Kan namanya juga dimusnahkan,” cetusnya.

Selanjutnya Kajari menambahkan, bahwa pihaknya akan terus bekerja maksimal dalam menangani setiap kasus tindak pidana baik itu yang menjadi temuan Kajari KSB secara kelembagaan maupun berdasarkan laporan masyarakat. “Tugas kami adalah melaksanakan kekuasaan negara di bidang penuntutan dan tugas lain berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan serta mengawasi jalannya penyelenggaraan tugas pemerintahan dan pembangunan di bidang hukum,” imbuhnya.(bug)