1.866 Bayi di Lotim Diimunisasi Rotavirus

0
Kegiatan imunisasi rotavirus di Posyandu Baiduri I Dusun Cemporonan Desa Pringgabaya Utara. (Suara NTB/ist)

Selong (Suara NTB) – Dalam upaya untuk mengurangi kasus diare berat yang disebabkan oleh rotavirus, Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur (Lotim) telah berhasil memberikan imunisasi rotavirus kepada sebanyak 1.866 bayi.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur, Dr. H. Pathurrahman, mengumumkan sejak tanggal 16 Agustus, sebanyak 1.866 bayi di Lotim telah menerima imunisasi rotavirus.

Sasaran dari program imunisasi ini adalah 1.866 bayi tersebut diambil dari yang berusia dua bulan dan lahir pada tanggal 16 Mei 2023. Imunisasi ini merupakan bagian dari program rutin tahun 2023, dengan total 2.839 vial imunisasi rotavirus yang akan digunakan sepanjang tahun. Setiap vial imunisasi memiliki masa berlaku hingga 31 Desember 2023 dan dapat digunakan untuk lima bayi.

Metode imunisasi rotavirus dilakukan secara oral, yaitu dengan memberikan tetes imunisasi pada mulut bayi. Setiap dosis imunisasi terdiri dari lima tetes dan diberikan dalam tiga dosis terpisah. Dosis pertama diberikan saat bayi berusia dua bulan, dosis kedua pada usia tiga bulan, dan dosis ketiga pada usia empat bulan.

Menurutnya, imunisasi rotavirus memiliki tujuan utama untuk mencegah diare berat yang disebabkan oleh rotavirus. Diare merupakan salah satu penyakit yang banyak dialami oleh bayi di Lotim dan bahkan menempati urutan pertama sebagai penyakit terbanyak ke-10. Imunisasi rotavirus ini merupakan upaya preventif yang sebelumnya belum pernah dilakukan di daerah ini.

Imunisasi rotavirus dinilai aman dan efektif dalam membantu melindungi bayi dari diare berat. Selain itu, imunisasi ini memiliki manfaat untuk membantu tubuh melawan infeksi rotavirus yang dapat menyebabkan dehidrasi hingga 70 persen pada kasus diare. Melalui imunisasi ini, diharapkan bayi dapat mengembangkan kekebalan terhadap rotavirus dan mengurangi risiko diare berat.

Pelaksanaan imunisasi rotavirus telah dimulai sejak tanggal 15 Agustus 2023, dengan fokus pada bayi yang baru lahir pada usia dua bulan. Metode pemberian oral dipilih karena dianggap lebih aman daripada suntikan.

Untuk memastikan ketersediaan dosis imunisasi, seluruh posyandu di Lotim telah menggelar stok dosis imunisasi rotavirus. Pihaknya menekankan pentingnya imunisasi sebagai langkah preventif dalam melawan penyakit. Meskipun penyakit tidak selalu dapat dihindari, imunisasi rotavirus diharapkan dapat mengurangi dampak penyakit diare berat pada bayi di Lotim. (rus)