Penghapusan Batal, Pemerintah Diminta Buka Peluang Guru Honorer Jadi ASN PPPK

0
Yusuf. (Suara NTB/ron)

Mataram (Suara NTB) – Pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB) batal menghapus tenaga honorer di seluruh kabupaten/kota maupun provinsi. Terkait hal itu, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) NTB menyarankan agar pemerintah pusat membuka peluang bagi para tenaga honorer menjadi Aparatus Sipil Negara (ASN) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Ketua PGRI NTB, Yusuf pada Jumat, 11 Agustus 2023 mengatakan, semestinya pemerintah mengkaji kebutuhan para pegawai yang ada di setiap OPD. “Artinya mereka (honorer) masih dibutuhkan. Permintaan pusat (terkait rencana penghapusan honorer) seharusnya membuka peluang bagi para tenaga honorer menjadi ASN PPPK,” ujarnya.

Yusuf juga mengkhawatirkan jika kebijakan penghapusan itu jadi diterapkan akan membuat pengangguran semakin banyak. “Memang dalam UU ASN tidak ada lagi istilah honorer, nantinya semua kekurangan pegawai akan dilakukan dengan mekanisme outsourcing (kontrak) seperti tukang kebun, penjaga malam, satmpam, kecuali tenaga guru dan kesehatan tetap akan ada formasi ASN melalui jalur ASN PPPK,” ujarnya.

 PGRI mendorong agar pemerintah membuka formasi CPNS bagi guru yang usianya di bawah 35 tahun. Menurut Yusuf, jika tidak, lulusan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang sudah lulus dan belum lulus akan kesulitan mendapatkan lapangan pekerjaan.

Diakuinya, Indonesia memang membutuhkan SDM guru yang kreatif dan inovatif di masa yang akan datang, dan itu harus dipersiapkan oleh LPTK penghasil tenaga guru. Tenaga guru di masa depan wajib mengusai teknologi informasi dan komunikasi, kedua guru harus beradaptasi dengan zamannya, pengajaran yang relevan di masa sekarang dan masa yang akan datang.

“Dengan menggunakan desain pembelajaran dengan model blandead learning atau hibryd learning. Sekolah-sekolah pembelajarannya menggunakan LMS, google classroom, edmodo, schoology, dan lainnya,” pungkasnya. (ron)