Wujudkan Konsumen Cerdas, Loka Pom di Kabupaten Bima Gelar KIE di Soromandi

0
Kegiatan KIE wujudkan konsumen cerdas yang digelar Loka Pom di Kabupaten Bima, di Kecamatan Soromandi akhir bulan Juli kemarin.(Suara NTB/Ist)

Bima (Suara NTB) – Loka Pom di Kabupaten Bima menggelar kegiatan komunikasi informasi dan edukasi (KIE) mewujudkan generasi cerdas dengan pangan aman, bermutu, bergizi dan halal, di Kecamatan Soromandi Kabupaten Bima pada, Senin, 24 Juli 2023.

Narasumber yang dihadirkan dalam kegiatan tersebut, antara lain Ketua TP PKK Kabupaten Bima Bima, Perwakilan Dinas DP3AP2KB Kabupaten Bima dan dari Kantor Loka POM di Kabupaten Bima.

Sedangkan total peserta yang diundang ada 35 orang, terdiri dari perwakilan masyarakat Kecamatan Soromandi, PKK, Kader Posyandu, Perangkat Desa, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Satpol PP, Pelaku Usaha, pelajar SMAN dan SMKN di Kecamatan setempat.

Kepala Loka POM di Kabupaten Bima, Basuki Murdi Hartono mengaku, jaminan terhadap keamanan, mutu, gizi, dan produk halal akan berkontribusi besar pada pembentukan kualitas SDM suatu bangsa sehingga mempengaruhi daya saing di tingkat global.

“Oleh karena itu, keamanan pangan perlu mendapat prioritas karena secara langsung dapat melindungi masyarakat, terutama dari pangan yang berisiko terhadap kesehatan,” ujarnya.

Selain keamanan pangan, dewasa ini kebutuhan akan pemenuhan produk yang memenuhi aspek kehalalan semakin meningkat. Keamanan dan kehalalan pangan seperti dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan. Masyarakat membutuhkan informasi yang cukup dan memadai tentang sistem sertifikasi dan labelisasi halal di Indonesia.

“Hal ini didukung juga dengan disahkannya UU Jaminan Produk Halal oleh DPR pada tahun 2014. Tentunya banyak informasi terbarui yang dibutuhkan oleh masyarakat terkait informasi label halal pada produk pangan olahan yang beredar,” ujarnya.

Menurut dia, keamanan, mutu, gizi, dan produk halal juga mempunyai peranan penting dalam sistem pengawasan pangan yang efektif guna memberdayakan masyarakat bersama-sama mengawasi peredaran pangan dilingkup keluarga dan komunitasnya.

“Semakin tinggi pengetahuan masyarakat, akan semakin tinggi pula kepedulian dan kesadarannya sehingga mampu membentengi dirinya sendiri terhadap penggunaan produk yang tidak berkualitas,” ujarnya.

Basuki mengatakan tingginya tingkat pelanggaran di bidang pangan antara lain disebabkan oleh ketidaktahuan dan ketidakpedulian baik masyarakat maupun pelaku usaha. Pemberdayaan masyarakat akan berujung pada kepatuhan pelaku usaha dalam memenuhi aturan-aturan di bidang pangan.

“Masyarakat yang telah diberdayakan akan mampu “menyeleksi” dan hanya membeli produk yang memenuhi syarat keamanan, mutu dan gizi pangan serta memenuhi prinsip halal,” ujarnya.

Ia menambahkan peningkatan kesadaran dan kepedulian konsumen yang bertindak sebagai ujung tombak pengawasan sehingga dapat menjadi mitra yang turut berperan aktif dalam sistem pengawasan keamanan pangan.

“Kita harapkan melalui kegiatan ini dapat meningkatkan peran aktif komunitas kelompok masyarakat/konsumen mewujudkan generasi cerdas dengan pangan aman, bermutu, bergizi dan halal,” harapnya. (uki)