SS Ajukan PP atas Status Tersangka Kasus Pengadaan Alat Metrologi

0
Kisman Pangeran. (Suara NTB/ist)

Dompu (Suara NTB) – Mantan kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Dompu, Hj SS mengajukan pra peradilan (PP) terhadap Kejaksaan Negeri (Kejari) Dompu. PP diajukan menyusul penetapan tersangka terkait kasus dugaan korupsi pengadaan alat metrologi pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Dompu tahun 2018.

Pra peradilan yang didaftarkan pada Selasa (8/8/2023) di Pengadilan Negeri Dompu ini tercatat dengan nomor perkara 7/Pid.Pra/2023/PN Dpu. Sidang perdana pra peradilan inipun dijadwalkan, Selasa, 15 Agustus 2023 depan.

Kisman Pangeran, SH selaku kuasa hukum tersangka Hj SS kepada Suara NTB, Rabu, 9 Agustus 2023 kemarin mengungkapkan beberapa alasan upaya hukum pra peradilan dilakukan karena penetapan tersangka dinilai tidak memenuhi 2 alat bukti yang cukup. Terlebih, penetapan tersangka itu tidak diikuti dengan penyampaian SPDP kepada tersangka atau terlapor.

“Kemarin kami sudah daftarkan di Pengadilan Negeri Dompu dengan nomor perkara 7/Pid.Pra/2023/PN Dpu. Tadi juga sudah keluar jadwal sidangnya,” ungkap Kisman.

Alasan lain dilakukan pra peradilan, kata Kisman, karena penyidik dalam menetapkan tersangka tidak melalui proses gelar perkara terlebih dahulu. Surat perintah penahanan dan penetapan tersangka juga tidak diuraikan pasal-pasal yang dilanggar.

Selain pra peradilan yang sudah didaftarkan di PN Dompu, Kisman juga mengingatkan penyidik terkait saksi yang meringankan (a de charge) sesuai perintah pasal 116 ayat 3 dan 4 KUHAP. Saksi yang meringankan itu agar segera dipanggil dan dimintai keterangan sebagai saksi. Bila hingga Jumat tidak dipanggil, maka penyidik dapat dikategorikan melanggar ketentuan pasal 116 KUHAP.

“Maka dengan alasan tersebut, kami akan ajukan gugatan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) terhadap penyidik karena hal itu telah merugikan kepentingan klien kami,” tegasnya.

Dalam proses penyidikan, jaksa penyidik juga diduga mengabaikan asas kemanusiaan. Kliennya yang menderita sakit dan harus mendapat perawatan intensif, terkesan tidak diperlakukan dengan baik dan ada kesan hendak dikeluarkan dari tempat perawatannya. “Klien kami sedang sakit, tolong diperlakukan secara manusiawi. Karena sedang dirawat di RSU Dompu, maka jangan datang menekan dan seolah – olah memaksa agar klien kami cepat – cepat dikeluarkan dari RSU. Sementara secara medis, klien kami masih harus dirawat secara intensif,” kata Kisman. (ula)