Pentingnya Perjuangan Keluarga Melawan Stunting

0

Mataram (Suara NTB) – Saat ini, Indonesia menjadi salah satu dari tiga negara (India, Indonesia, Senegal) yang menjadi tim studi dalam mempelajari tipologi stunting dalam naungan Action Against Stunting Hub (AASH) yang didanai pemerintah Inggris melalui United Kingdom Research and Innovation Global Challenges Research Fund (UKRI-GCRF). Di Indonesia, upaya ini digawangi oleh SEAMEO RECFON (Southeast Asian Ministers of Education Organization Regional Centre for Food and Nutrition) dan Lombok Timur terpilih menjadi lokus area dalam studi ini.

Dalam rangka memperingati Action Against Stunting Day 2023, tim Action Against Stunting Hub (AASH) Indonesia mengadakan acara senam pagi berkoordinasi dengan Ikatan Olahraga Senam Kreasi Indonesia (IOSKI) dan Talkshow di Taman Rinjani Kota Selong yang mengangkat tema “Perjuangan Keluarga Melawan Stunting”. Acara ini juga untuk mendukung program Early Childhood Care Nutrition Education (ECCNE)/Anakku Sehat dan Cerdas yang merupakan kerja sama SEAMEO RECFON dengan Pemerintah Daerah Lombok Timur sejak tahun 2020.

Dalam talkshow, Ustadz Wirajaya memaparkan pandangan Islam terhadap peran ayah dalam pengasuhan anak. “Seorang anak bukan hanya dibebankan kepada ibu, tapi mendidik seorang anak itu tanggung jawab kita bersama baik bapak maupun ibu, karna di dalam hadits mengatakan bahwa ‘al walidu madrasatul ula lil aulad’ yang namanya orangtua menjadi madrasah sekolah utama bagi anak kita,” ucap Ustadz Wira, seperti tertulis dalam siaran pers yang diterima redaksi Suara NTB, Senin, 7 Agustus 2023.

Selanjutnya dr. Raania Amaani menyampaikan, “kalau anaknya pendek, berarti sudah lama permasalahan kekurangan gizinya, itulah mengapa kita perhatian sekali dengan yang namanya stunting, sehingga bapak dan ibu harus bekerja sama melawan stunting.” Peran aktif ayah dalam pengasuhan anak dapat membantu memastikan anak mendapatkan asupan nutrisi yang cukup dan menciptakan lingkungan yang sehat bagi anak.

“Bapak dan ibu harus memiliki pemahaman yang sama bahwa mendidik anak, merawat anak, dan memberikan nutrisi yang baik itu adalah tugas bersama, jangan uang dipakai untuk beli rokok, karena harga rokok bisa dapat telur banyak untuk nutrisi anak” ucap dr. Raania. “Paparan asap rokok pada ibu hamil juga bisa meningkatkan resiko stunting, jadi untuk bapak-bapak yang merokok ini harus menjadi perhatian penting” imbuhnya.

Hasil studi AASH menunjukkan 1 dari 2 ibu hamil di Lombok Timur mengalami stress. Dr. Rita Anggorowati, selaku Ketua Tim Edukasi dan Shared Value AASH Indonesia menyampaikan bahwa “Dukungan terbesar seorang ibu adalah dukungan dari para suami sehingga penting bagi para orang tua (dalam hal ini pasangan) untuk memiliki komunikasi yang baik”. Hal ini dapat membantu menurunkan angka stress pada ibu. Karena itu, sosialisasi terkait peran ayah dalam pengasuhan anak juga perlu dilakukan. Dengan dukungan dan keterlibatan ayah, keluarga dapat bekerja sama untuk memberikan lingkungan yang sehat dan penuh kasih sayang bagi anak-anak.

Dalam acara ini juga terdapat booth pemeriksaan status gizi, booth stimulasi tumbuh kembang anak, dan konsultasi kesehatan, dengan dukungan dosen dan mahasiswa Departemen Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (Dr. Umi Fahmida) dan Fakultas Kedokteran Universitas Mataram (dr. Deasy Irawati, PhD).

Sekda Lombok Timur, H. M. Juaini Taofik berpesan pada masyarakat di Lombok Timur. “Kita tidak usah malu kalau ada seorang ayah yang menggendong anaknya atau melaksanakan pekerjaan rumah tangga, karena itu juga caranya untuk mencegah stunting. Bisa jadi stunting itu terjadi karena ibu bekerjanya terlalu berat sehingga asupan gizi untuk anaknya kurang diperhatikan, lebih-lebih saat istri sedang menyusui itu harus dijaga betul, bahkan sejak mengandung” serunya. (r)