Kekurangan Ruang Kelas, Siswa di SDN 1 Utan Belajar di Teras

0

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Dewan Pendidikan Kabupaten Sumbawa (DPKS) dalam monitoringnya menemukan siswa satu kelas di SDN 1 Utan belajar di teras. Siswa duduk di lantai beralaskan tikar.

Kepada Tim DPKS yang terdiri dari Zainuddin SE, Sanapiah S.Pd, Junaida Iriani S.Pd, Erma Suryani M.Pd dan Dr. Suharli, Kepala Sekolah setempat, Siti Jawiah S.Pd.SD, mengakui kondisi tersebut sudah berlangsung sebelum dia menjabat. Bahkan sekarang setelah empat tahun menjadi kepala sekolah. Artinya kondisi ini susah berlangsung cukup lama.

Hal ini menurut Jawiah terjadi karena sekolahnya kekurangan ruang kelas. Siswanya berjumlah 298 orang terbagi dalam 11 rombel. Sedangkan ruang kelas yang ada hanya 9. Satu rombel lainnya, terpaksa memanfaatkan ruang laboratorium untuk kegiatan belajar mengajar (KBM), satu rombel lagi di luar kelas atau teras.

Pihaknya sudah beberapa kali mengusulkan penambahan ruang kelas untuk menyudahi kondisi tersebut. Bukan hanya melalui Dinas Dikbud dan dana pokir DPRD, namun juga mengusulkannya ke pusat melalui Dapodik. “Sampai sekarang belum ada informasi kapan usulan itu direalisasikan,” katanya.

Untuk itu, pihaknya berharap melalui Dewan Pendidikan, dapat meneruskan permasalahan ini kepada para pemangku kepentingan terkait. Agar dapat segera ditangani. Sehingga anak-anak dapat belajar di dalam kelas dengan kondisi yang representatif.

Menanggapi hal itu, Anggota DPKS, Junaida Iriani S.Pd berjanji akan mengkomunikasikannya dengan Dinas Dikbud Sumbawa. Untuk memastikan progress dari usulan yang sudah dilakukan pihak sekolah. Pihaknya prihatin melihat kondisi anak anak yang belajar di kelas. Situasi ini bisa berdampak pada proses dan output proses belajar mengajar.

Saat ini pemerintah pusat maupun Pemkab, sangat konsen terhadap peningkatan kualitas pendidikan. Karena itu Pemkab Sumbawa terus berupaya untuk memenuhi standar pelayanan minimal (SPM) bidang pendidikan. Salah satunya mengalokasikan dana untuk bidang pendidikan melalui Pokir anggota DPRD Sumbawa masing-masing sebesar 25 persen.

DPKS berharap agar alokasi dana untuk memenuhi SPM dapat dimaksimalkan sehingga persoalan pendidikan khususnya di Kabupaten Sumbawa dapat teratasi. (arn)