Distan KSB Deteksi 54 Kasus Serangan HPR

0
Hendra Zakariah. (Suara NTB/ist)

Taliwang (Suara NTB) – Serangan Hewan Pembawa Rabies (HPR) terhadap manusia di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) masih terus terjadi. Berdasarkan data Dinas Pertanian (Distan) setempat, hingga bulan Juli tahun ini tercatat sudah ada 54 kasus yang dilaporkan.

Menurut pihak Distan KSB, data serangan HPR terhadap manusia itu jumlah kemungkinan bahkan lebih dari data tersebut. Pasalnya tidak semua kasus kemudian dilaporkan oleh masyarakat. “Yang ada di data kami ini adalah yang dilaporkan warga atau petugas kami mengetahuinya telah terjadi di lapangan,” terang Kabid Kesehatan Masyarakat dan Veteriner Distan KSB, drh, Hendra Zakariah, Jumat, 4 Agustus 2023

Seperti kasus yang terjadi di desa Kiantar, kecamatan Poto Tano. Di mana kasus tersebut hingga membuat korbannya meninggal dunia. Menurut Hendra, kejadian korban digigit terjadi sekitar 2 bulan lalu dan tidak ada laporan yang masuk ke pihak petugas. “Jadi kasus yang di Kiantar itu tidak ada dalam data kami,” sebutnya.

Dari 54 serangan HPR yang terdata pihaknya. Diakui Hendra tidak semua kemudian pihaknya dapat melakukan pengujian. Sebab biasanya HPR merupakan adalah binatang peliharaan seperti anjing dan kucing. Sejauh ini dari seluruh kasus, hanya 13 sampel yang telah diuji dan hasilnya 4 diantaranya positif rabies. “Yang positif itu kami temukan di kelurahan Menala, Seteluk dan Rempe. Tapi alhamdulillah semua korbannya sudah dilakukan tindakan medis untuk menghalau virusnya,” papar Hendra seraya menambahkan, jika dibanding dengan kasus serangan HPR pada tahun ini lebih sedikit dari tahun 2022 lalu.

“Lebih banyak tahun lalu data kami. Tapi sekarang laporan yang kami terima HPR-nya beragam ya. Karena ada serangan yang juga dilakukan oleh hewan kucing,” sambung Hendra.

Selanjutnya ia menambahkan, sejak KSB ditetapkan Kejadian Luar Biasa (KLB) Rabies pada April 2022 lalu kegiatan sosialisasi tetap pihaknya laksanakan hingga kini. Termasuk juga pemberian vaksin terhadap HPR peliharaan warga. “Pemberian vaksin tetap kami laksanakan. Dan kami selalu mengimbau bagi masyarakat yang memiliki peliharaan HPR agar hewannya itu divaksinasi,” tukasnya.

Terakhir, Hendra menambahkan, upaya paling efektif untuk mencegah terjadinya penularan virus rabies dari HPR kepada manusia adalah kesedaran masyarakat. Caranya dengan sebisa mungkin menghindari kontak dengan HPR. “Kalau itu binatang peliharaan ya saran kami selalu berhati-hati saat berinteraksi. Hindari kemungkinan peliharannya menjadi agresif saat diajak bermain-main,” imbuhnya. (bug)