Pengusaha Jamin Stok Ayam dan Telur Aman

0

Mataram (Suara NTB) – Harga telur dan ayam ras mulai melonjak menjelang Hari Raya Idul Adha. Kondisi ini dikhawatirkan akan mempengaruhi komoditi lainnya. Di satu sisi, pengusaha menjamin stok ayam dan telur aman atau terpenuhi.

Direktur PT. Baling-baling Bambu Warso Firmansyah mengatakan, harga ayam di peternak relatif normal di kisaran Rp22 ribu-Rp24 ribu per kilogram. Kemudian,  pedagang bisa menjual dengan harga Rp28 ribu-Rp29 ribu per kilogram.

Kenaikan harga ayam di pasar tradisional tidak diketahui secara pasti. Kalaupun harga pakan naik kata Warso, dipastikan tidak terlalu berpengaruh. “Harga pakan memang naik tetapi tidak terlalu berpengaruh,” kata Warso.

Ia memastikan stok ayam di Kota Mataram masih aman bahkan surplus. Hasil panen peternak disiasati dengan memenuhi permintaan hotel di Bali.

Warso menyebutkan, permintaan hotel di Bali relatif tinggi yakni 1.000 ekor per hari. Di satu sisi, kebutuhan ayam di Kota Mataram mencapai 15.000 ekor per hari.

Kebutuhan ayam menjelang Idul Adha dan penyelenggaraan Motocross Grand Prix dipastikan aman. “Kalau sekarang masih aman,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Operasional UD. Shinta, Risma mengatakan, harga telur ayam relatif masih normal jika dibandingkan dua bulan terakhir. Harga telur ukuran sedang dan besar mencapai Rp50.500-Rp54.000 per terai. Sedangkan, telur ukuran kecil dijual Rp48 ribu per terai. “Itu harga pengambilan di gudang. Kalau di pasar kami tidak tahu,” ujarnya.

Dikatakan, kenaikan harga telur dipengaruhi oleh persoalan mendasar yakni harga pakan dan DOC juga mulai naik. Harga bibit sebelumnya Rp6.500-Rp7.000 per ekor naik menjadi Rp12.000 per ekor. Peternak mau tidak mau atau suka tidak suka harus menaikan harga karena disebabkan biaya operasional mereka meningkat.

Namun demikian, Risma memastikan stok telur menjelang Hari Raya Idul Adha masih aman.

Kepala Bidang Barang Pokok dan Penting Dinas Perdagangan Kota Mataram Sri Wahyunida mengatakan, kebutuhan telur dan ayam ras menjelang Idul Adha dan penyelenggaraan MXGP masih mencukupi. Ia mengakui, harga telur dan ayam ras mengalami sedikit kenaikan karena faktor naiknya harga pakan dan DOC (bibit ayam), tetapi kenaikan tidak terlalu signifikan dibandingkan sebelumnya. “Kalau harga telur dari Rp54 ribu-Rp60 ribu per terai,” sebutnya.

Pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemprov NTB, untuk menekan harga DOC dan pakan sehingga peternak tidak menaikan harga barang mereka. (cem)