Boleh Lepas Masker, Acara Kenegaraan, Skrining Tetap Dilakukan

Mataram (Suara NTB) – Pemerintah sudah tidak mempermasalahkan masyarakatnya tidak menggunakan masker di tempat umum atau menghadiri acara yang diikuti banyak orang. Begitu juga untuk bepergian menggunakan pesawat terbang, kereta api dan kendaraan umum lainnya, masyarakat tidak perlu harus menggunakan masker.

Meski demikian, menurut Asisten II (Perekonomian dan Pembangunan) Setda NTB dr. Hj. Nurhandini Eka Dewi, SpA., M.P.H., dalam acara yang sifatnya kenegaraan yang dihadiri Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia, proses skrining harus tetap dilakukan. Artinya, masyarakat harus menggunakan masker dan sudah divaksin Covid-19.

‘’Kalau ada acara presiden, wakil presiden tetap menerapkan protokol kesehatan. Skrining dilakukan,’’ ujarnya, Senin, 19 Juni 2023.

Diakuinya, terkait dilepasnya masker di tempat umum sudah keluar surat dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Nanti daerah yang akan menyesuaikan dengan setelah ada surat dari Kementerian Perhubungan, Kementerian Dalam Negeri dengan mengeluarkan  Surat Edaran Gubernur yang mengatur sesuai dengan aturan yang dikeluarkan pemerintah pusat.

Mantan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB ini menyebut pilihan menjaga kesehatan ada pada diri atau person. Jika sebelumnya  diatur negara, sekarang tergantung person masing-masing apakah akan menggunakan masker atau tidak di tempat umum.

‘’Kalau di tempat kerumunan, kita nggak nyaman, maka paling aman pakai masker. Kalau lagi batuk opilek, maka harus pakai masker, kalau ada yang batuk pilek di sekeliling, maka harus pakai masker yang paling aman. Jadi pilihan pada personal untuk melindungi diri sendiri,’’ terangnya.

Tidak hanya itu, tambahnya, pemerintah masih menyediakan vaksinasi bagi masyarakat yang membutuhkan. Bahkan pemerintah sangat menganjurkan masyarakat untuk melakukan vaksinasi, karena merupakan bentuk melindungi diri dari penyakit.

‘’Sampai sekarang pemerintah masih menyediakan vaksinasi. Masyarakat yang membutuhkan vaksinasi bisa langsung ke puskesmas, meski tidak ada lagi saat kegiatan harus memiliki bukti syarat sudah divaksin,’’ harapnya. (ham)

RELATED ARTICLES









Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

Jadi Tokoh Inspiratif Dunia, Biografi Jokowi Tulisan Dirut PLN Terbit di...

0
Seoul (Suara NTB)-Buku biografi “Jokowi Mewujudkan Mimpi Indonesia” karya Darmawan Prasodjo dirilis dalam versi Bahasa Korea. Peluncuran buku dilakukan dalam acara Festival Indonesia pada...

Latest Posts

Jadi Tokoh Inspiratif Dunia, Biografi Jokowi Tulisan Dirut PLN Terbit di Korea

Seoul (Suara NTB)-Buku biografi “Jokowi Mewujudkan Mimpi Indonesia” karya...

Siap-siap! PLN Jadi Raksasa Pelaku Carbon Trading yang Melantai di Bursa Karbon Indonesia

Jakarta (Suara NTB)-Bursa Karbon Indonesia (IDXCarbon) yang telah diluncurkan...

BKPH Maria Donggomasa Sita 31 Log Kayu Sonokeling, Diduga Hasil Illegal Logging

Bima (Suara NTB) - Jajaran Balai Kesatuan Pengelolaan Hutan...

Co-Location ‘SenyuM’ dari BRI, Pegadaian, & PNM, Mudahkan Pelaku Usaha Akses Layanan Permodalan

Jakarta (suarantb.com)– Kehadiran co-location Holding Ultra Mikro (UMi) atau...

Bawaslu KSB Tertibkan APS Berbau Kampanye

Taliwang (Suara NTB) - Bawaslu Kabupaten Sumbawa Barat (KSB)...

ARTKEL ACAK

BI NTB : Antisipasi Massifnya Peralihan Era Konvensional ke Teknologi Industri

0
Mataram (Suara NTB) - Bank Indonesia mendorong pemerintah daerah NTB untuk fokus mengembangkan  industry low to medium tech (industri teknologi rendah hingga menengah). Hal...

62 Negara Bentuk Standar Peta Navigasi Elektronik di NTB

0
Giri Menang (Suara NTB) - 62 Negara yang tergabung dalam Electronik Navigational Chart Working Group (ENCWG) membentuk dan menetapkan standar peta navigasi laut menggunakan...

Bupati Lobar Akui Sisakan Pekerjaan Rumah 6.000 Rumah Kumuh

0
Giri Menang (Suara NTB) - Persoalan rumah kumuh di Lombok Barat (Lobar) masih menjadi pekerjaan rumah (PR). Terdapat 6.000 lebih unit rumah kumuh yang...

Kolom