Hadapi Event Internasional Pengusaha Datangkan Kopi dari Luar NTB

0

MESKI NTB dikenal sebagai salah satu penghasil kopi di Indonesia. Bahkan, kopi asal NTB juga diekspor ke beberapa negara. Namun, kebutuhan kopi di NTB terus meningkat, sehingga banyak tempat angkringan atau warung kopi yang kehabisan stok kopi.

Bahkan, dalam memenuhi kebutuhan kopi bagi para pengunjung atau wisatawan di NTB,terutama saat event-event berskala besar, seperti World Superbike (WSBK), Motocross Grand Prix (MXGP), MotoGP, pengusaha kopi lokal harus mendatangkan kopi dari luar NTB.

‘’Seiring dengan dunia pariwisata sekarang, mari kita perbanyak petani kopi perbanyak menanam kopi, meningkatkan kualitas kopi dari hulu sampai hilir. Apalagi adanya event-event ini kan kopi lokal kurang terpaksa ngambil kopi-kopi luar, seperti dari Kintamani, Bali dari Ijen, Sumatera hingga Jawa Tengah,’’ ungkap Sekretaris Asosiasi Kopi Indonesia (ASKI) Provinsi NTB M. Huzaini Areka pada Ekbis NTB pekan kemarin.

Menurutnya, saat ada event internasional di NTB, pengusaha diharap tidak terlalu kaku dalam menyiapkan kopi bagi para pengunjung. Apalagi, para penikmat kopi ingin merasakan sensasi saat minum kopi. Selain minum kopi khas NTB, mereka juga butuh menikmati dari luar, seperti dari Bali, Flores, Pulau Jawa, Sulawesi dan lainnya . ‘‘Tapi tetap kita menjadi kopi wajibnya adalah kopi lokal, baik yang Kopi Tepal, Kopi Tambora, Sembalun dan lainnya,’’ terangnya.

Mantan anggota DPRD NTB ini mengakui, jika kopi NTB secara umum sangat diminati, sehingga para pengusaha kopi sering kehabisan stok. Dalam mensiasati hal ini, pihaknya terpaksa mendatangkan kopi dari luar daerah, karena setiap ada pasokan kopi dari petani, selalu habis.

‘’Itu sangat diminati oleh semua orang, baik orang kita lokal maupun orang luar, bahkan luar negeri. Stoknya selalu habis, sudah habis sudah diborong. Diborong oleh kita sendiri, para pelancong,  bisnis online order, sehingga kita sendiri (pengusaha, red) sering kekurangan,’’ akunya.

Untuk itu, pihaknya berharap pada pemerintah daerah supaya bisa menyiapkan kopi yang selalu siap setiap saat. Dalam hal ini, pemerintah perbanyak petani menanam kopi dan menambah luas penanaman. Apalagi NTB sangat subur untuk menanam kopi, baik dari ketinggian mdpl 200, sampai dengan mdpl 2.000 belum tergarap.

‘’Satu-satunya cara adalah pemerintah harus intervensi tidak bisa mengharapkan natural dari petani sendiri. Pemerintah harus punya gerakan. Misalnya buat gerakan menanam sejuta pohon kopi . Kita berkolaborasi dengan Asosiasi kopi Indonesia NTB, Dinas Pertanian petani dan lainnya, kalau sudah itu nah baru aman,’’ klaimnya.

Memperbanyak menanam kopi ini penting dilakukan, karena NTB memiliki banyak event berskala internasional, sehingga membutuhkan banyak kopi. Hal ini juga merupakan peluang besar bagi petani dan juga pengusaha lokal dalam memanfaatkan potensi yang ada. (ham)