Dari Pengukuhan Pengurus Dewan Kebudayaan Daerah, Gubernur Ingatkan Tidak Boleh Merasa Diri Paling Penting

0

Mataram (Suara NTB) – Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah mengukuhkan pengurus Dewan Kebudayaan Daerah Provinsi NTB, di Pendopo Gubernur NTB, Jumat, 16 Juni 2023. Dewan Kebudayaan Daerah Provinsi NTB dibentuk berdasarkan Peraturan Gubernur NTB Nomor 430-362 tahun 2023, yang beranggotakan para tokoh-tokoh di tiga suku yang ada di NTB, yakni Suku Sasak, Samawa dan Mbojo.

Gubernur NTB H. Zulkieflimansyah mengingatkan, dalam tubuh organisasi dengan segala tugas dan fungsinya, tidak boleh merasa diri paling penting. “Semua harus merasa bagian dari satu sistem dan tidak ada yang mengklaim dirinya paling penting dalam satu bagian organisasi ini,” ujarnya.

Gubernur juga meminta Dewan Kebudayaan NTB yang telah dikukuhkan untuk menghimpun orang-orang besar di seluruh penjuru tanah air, bahkan di luar negeri, untuk menularkan nilai-nilai kebudayaan kepada orang lain di luar NTB.
“Dewan kebudayaan harus keluar untuk menyapa dunia luar. Kebudayaan NTB harus diinternalisasi di seluruh dunia,” ucapnya.

Ke depan Bang Zul berharap, semua kebudayaan yang ada di NTB, harus di bawah payung Dewan Kebudayaan Daerah Provinsi NTB. Menurutnya, ketika anak-anak NTB berada di luar daerah
Sementara Ketua Harian Dewan Kebudayaan Daerah Provinsi NTB Ahmad Fairuz Abadi menegaskan komitmen pihaknya dalam mempertahankan tradisi dan mengembangkan budaya. Menurutnya, pengembangan budaya ini bisa dibawa ke mana-mana apalagi di era digital .

‘’Itu tidak sulit membawa budaya untuk mendunia, tapi tradisi harus tetap dipertahankan. Saya kasih contoh sederhana, kita lihat kemarin ada dokar listrik. Meledak kan. Karena itu ada tradisi tata transportasi kita. Ketika kita sentuh dengan nuansa kebudayaan, nuansa tradisi,maka dia menjadi sesuatu yang berbeda. Ramai yang memperbincangkannya,’’ ujarnya.

Begitu juga mesin kopi di SMKN 1 Kuripan, tambahnya, tidak jauh beda dengan mesin kopi yang ada di seluruh belahan dunia. Namun, ketika bentuknya menyerupai lumbung dan namanya ‘’Siong’’ menjadi hebat. ‘’Menasional dia. Nah sentuhan kebudayaan seperti itu yang diperlukan supaya tidak menghilangkan tradisi, tapi budaya terus dikembangkan,’’ terangnya.

Untuk itu, ujar mantan Kepala Bidang Kebudayaan pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB ini, dalam menggembangkan kebudayaan menggunakan 5 strategi, yakni pelestarian, perlindungan, pengembangan, pemanfaatan dan pembinaan.
‘’Dan ingat tugas dewan kebudayaan daerah untuk bagaimana mengelola manajemen pemajuan kebudayaan. Yang akan bekerja ya publik, kelompok masyarakat, sanggar dan lainnya serta pihak-pihak yang bergerak di bidang budaya,’’

‘’Jadi budaya tidak hanya berkesenian, tata transportasi, pertanian, tata perkebunan. Itu harus kembali kita lihat tradisi-tradisi yang sudah kita lakukan tanpa menolak yang namanya pengembangan teknologi budaya itu,’’ tambahnya. (ham)