46.680 KK di 13 Kecamatan di Lotim Alami Krisis Air Bersih

0

Selong (Suara NTB) – Sebanyak 46.680 Kepala Keluarga (KK) atau 112.240 jiwa masyarakat Lombok Timur (Lotim) di 13 kecamatan, 68 desa dan 292 dusun mulai mengalami krisis air bersih. Terparah dari laporan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) ada di dua kecamatan, Keruak dan Jerowaru.

Jumat, 16 Juni 2023, BPBD mendistribusikan air bersih di salah satu dusun terdampak di Dusun Toroh Selatan Desa Tanjung Luar Kecamatan Keruak.

Kepala Pelaksana BPBD Lotim Lalu Mulyadi didampingi Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan langsung mengantarkan air 8.000 liter dan diterima langsung warga. “Jika dirata-ratakan 20 liter, berarti 400 KK dapat bantuan air,” jawab Lalu Mulyadi menjawab Suara NTB di sela pembagian air bersih Dusun Toroh Selatan tersebut.

Berdasarkan laporan masyarakat di Dusun Toroh sudah sepekan kekeringan. Masyarakat membeli air untuk keperluan air minum dan Mandi Cuci Kakus (MCK). “Hari ini, kita selesaikan untuk satu dusun dulu dan nanti kita lihat perkembangan ke depan,” sebutnya.

Harapannya, bantuan yang sudah disalurkan tersebut dapat meringankan beban warga.  “Saat ini, kali pertama didistribusikan dari laporan desa dan kecamatan ini yang pertama dan terima kasih telah memberikan informasi dan kota cek benar Dusun Toroh krisis air bersih,” sambungnya.

Untuk mengatasi krisis air bersih, BPBD berharap keterlibatan dari OPD terkait. Utamanya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Diketahui, saat ini sedang ada proyek Pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) pantai selatan. Masyarakat Tanjung Luar diharap dapat kecipratan dari proyek senilai Rp 120 miliar tersebut.

Selain SPAM Selatan, ada juga pembangunan sumur bor. Tahun ini ada sekitar 284 titik pembangunan sumur bor. Harapannya, masalah krisis air bersih bisa tuntas dengan koneksi sumur bor dan spam pantai selatan.

Kepala Wilayah Dusun Toroh Selatan, Surman Syahroni menyebutkan terdapat 425 KK warganya yang mengalami krisis air bersih. Katanya, tidak saja musim kemarau mengalami musibah kekeringan, tapi sepanjang tahun.  “Karena merupakan daerah selatan tidak ada mata air kita,” sebutnya.

Air merupakan kebutuhan setiap hari, sehingga, setiap hari sejauh ini masyarakat membeli air seharga Rp 75 ribu per 300 liter.

Pemerintah desa sebenarnya sudah berupaya untuk atasi krisis air bersih Dusun Toroh Selatan.  Antara lain membangun sumur bor. Akan tetapi, air tidak bisa dialirkan ke warga Dusun Toroh Selatan tersebut. “Kita sudah berjuang di desa agar dapat air bersih,” sebutnya.

Air sumur sendiri katanya payau karena berada di tepian laut. Terlebih Dusun Toroh Selatan ini terbentuk dari timbunan. “Dusun ini terbentuk dari faktor alam,” demikian. (rus)