Giri Menang (Suara NTB) – Musim kekeringan sudah melanda sebagian daerah Lombok Barat (Lobar), mengakibatkan warga mengalami krisis air bersih. Untuk menangani dampak kekeringan ini, pihak Pemda dibantu oleh PT Air Minum Giri Menang (AMGM) mendistribusikan air bersih ke warga terdampak. Warga bersama pihak Kecamatan Batulayar juga berinisiatif membuat semacam perangkap embun yang bisa dikonsumsi oleh warga.
Camat Batulayar Afgan Kusuma Negara mengatakan, pihaknya bersama warga membuat semacam penangkap embun menggunakan bambu dan paranet. “Dan kita sudah uji coba penangkap embun menjadi butiran air ini guna mengantisipasi dampak musim kemarau atau kekeringan,” katanya, Rabu, 14 Juni 2023.
Dijelaskan, penangkap embun ini menjadi salah satu alternatif lain bagi warga bisa mendapatkan air, selain sumur bor.
Pemasangan penangkap embun ini dilakukan di Dusun Duduk Atas Desa Batulayar Barat menggunakan peralatan yang masih sederhana seperti bambu sebagai bagian ujicoba dan paranet. Diharapkan dalam satu malam bisa menghasilkan setengah liter air, maka ini bisa menjadi alternatif sementara untuk mengurangi dampak kekurangan air. “Dan insya Allah kalau berhasil akan menjadi program RPJM Desa Batulayar Barat terutama di Dusun Duduk Atas,” ujarnya.
Terpisah Dirut PT AMGM H. L. Ahmad Zaini mengatakan pihaknya sudah melakukan langkah antisipasi musim kemarau atau kekeringan yang tiap tahun melanda daerah Lobar. Pihaknya mengoperasionalkan sumur bor yang sudah dibangun. “Mudah-mudahan musim kemarau tidak panjang, sehingga tidak mengganggu sumber-sumber air,” jelas dia.
Sejauh ini, pihaknya telah menyiapkan 25 sumur bor, tersebar di wilayah Lobar. Sumur bor ini disiapkan untuk melayani warga yang butuh air saat musim kekeringan.
Selain upaya menyiapkan sumur bor, sebagai langkah sosial membantu warga terdampak kekeringan. Pihaknya tiap tahun membantu Pemda mendistribusikan air bersih ke warga terdampak. “Kami terjun juga distribusikan air bersih ke warga terdampak kekeringan,” imbuhnya.
Setiap surat yang dikirim baik oleh Pemda dan pihak desa ditindaklanjuti dengan mendistribusikan air bersih ke wilayah itu. Pihaknya menyiapkan empat armada mobil tangki untuk mendistribusikan air bersih ke daerah-daerah terdampak di Lobar. “Dan sudah mulai turun distribusikan air bersih, kita siapkan empat,” ujarnya.
Sejauh ini, pihaknya tidak bisa menghitung berapa liter air sudah didroping karena sudah terlalu banyak sekali. Untuk penanganan jangka panjang, pihaknya menargetkan dengan beroperasinya Bendungan Meninting, ke depan urusan di wilayah utara bisa teratasi. Kemudian, SPAM Dodokan untuk wilayah selatan akan disiapkan. Pihaknya sudah mengusulkan ke pusat, dan berharap itu segera mendapatkan lampu hijau.
Ia berharap gagal proyek pengolahan air di Narmada tidak mempengaruhi kepercayaan pusat ke pihaknya. Sedangkan untuk Gili Gede, sudah ada penawaran dari swasta untuk penyulingan air laut. Namun saat ini masih proses survei untuk kelayakan apakah warga menerima swasta untuk melayani mereka. (her)