Sampaikan Kondisi IAHN, Gubernur Sarankan Bangun Kampus di Luar Kota

0

Mataram (Suara NTB) – Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah, S.E., MSc., menerima rombongan Direktur Jenderal  Pembinaan Agama Hindu Kementerian Agama (Kemenag) Prof. Dr. Ir. I Nengah Duija, MSi., Rektor Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Gde Pudja Mataram, Dr, Ir. I Wayan Wirata,  A.Ma., S.E., M.Si., Ketua Forum Pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) Prof. Dr. H. Mahmud, Ketua Forum Kerukunan Pimpinan Beragama (FKUB) TGH. Subki dan lainnya di Pendopo Gubernur NTB, Jumat, 9 Juni 2023.

Pada kesempatan ini Rektor IAHN Gde Pudja Mataram  I Wayan Wirata  menyampaikan kondisi IAHN Gde Pudja Mataram yang membutuhkan perhatian serius. Bahkan, ujarnya, saat Ketua Forum PTKN dan jajaran melakukan kunjungan IAHN Gde Pudja Mataram, mereka menyarankan agar dilakukan pengembangan kampus menjadi lebih luas.

Sementara sekarang ini, kampus IAHN Gde Pudja Mataram berada di lahan seluas 1,2 hektar ‘’Mohon petunjuk dan arahan dari gubernur dalam mengembangkan IAHN,’’ ujarnya.

Ketua Forum PTKN yang juga Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung H. Mahmud, menyebut, animo orang berkuliah di IAHN Gde Pudja Mataram cukup tinggi dibandingkan dengan beberapa kampus serupa yang ada di daerah lain, seperti IAHN Palangkaraya. Sementara keberadaan IAHN di beberapa daerah di Indonesia, berada di kampus yang sangat luas.

Beda halnya dengan di IAHN Gde Pudja Mataram, animo orang berkuliah cukup tinggi dan belum dibarengi dengan bangunan kampus. Untuk itu, harapnya, bantuan atau saran dari gubernur sangat dibutuhkan dalam pengembangan kampus IAHN Gde Pudja Mataram.

‘’Kalau melihat dari PT keagamaan, kalau dari lihat dari sisi animo lebih tinggi masuk ke IAHN Mataram. Namum,  dari sisi sarana dan prasarana, IAHN Gde Pudja yang paling butuh bantuan. Dalam konteks moderasi harus diperhatikan PT keagamaan, karena keragaman sebuah keniscayaan,’’ tambahnya.

Menanggapi hal ini Gubernur NTB H. Zulkieflimansyah, jika dirinya juga punya kampus di Kabupaten Sumbawa. Lokasi kampus berada di luar kota dan jauh dari hingar bingar keramaian. Menurutnya, sekarang ini dunia sudah berubah, luas  kampus tidak selalu luas.

Gubernur mencontohkan salah satu perguruan tinggi di Eropa, yang memiliki kampus kecil, tapi jadi PT terbaik. Beberapa pengelolaan yang ada di PT tersebut terbaikk di dunia, termasuk pengelolaan perpustakaannya.  Untuk itu, Gubernur menyarankan agar lokasi kampus tidak selalu di dalam kota, perlu membangun kampus di luar kota.

Dalam hal ini, pihak IAHN Gde Pudja Mataram perlu melihat lokasi-lokasi yang ada di luar Kota Mataram, seperti Sekotong Lombok Barat atau Kabupaten Lombok Utara. Pihaknya juga yakin, jika keberadaan kampus ini sudah eksis akan menjadi pusat berkumpulnya masyarakat, termasuk menjadi pusat perekonomian baru.

Dari pemerintah provinsi juga, tambahnya, akan melihat keberadaan aset daerah yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal. Meski demikian, dalam membangun kampus ini di luar kota harus mempertimbangkan kondisi warga yang ada di sekitarnya, sehingga tidak terjadi gesekan. (ham)