Minim, Sekolah di NTB Akses Rapor Pendidikan Versi Terbaru

0

Mataram (Suara NTB) – Sejak platform Rapor Pendidian versi terbaru diluncurkan pada 10 Mei 2023, jumlah pengakses Rapor Pendidikan di Provinsi NTB masih tergolong rendah. Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) mendorong sekolah mengakses rapor pendidikan melalui program Sajian Unit Layanan Keliling (Suling).

Untuk tahap I, ada empat kabupaten yang menjadi sasaran kegiatan Suling yaitu Kabupaten Lombok Timur, Sumbawa Barat, Lombok Utara, Kota Matam dan Kota Bima. Secara keseluruhan pelaksanaan kegiatan Suling tahap I dimulai dari tanggal 5 Juni sampai dengan 8 Juni 2023.

Kepala BPMP Provinsi NTB, Drs. H. Muh. Irfan, MM., pada Kamis, 9 Juni 2023 menjelaskan, tercatat pada tanggal 29 Mei 2023 dari sejumah 9611 satuan pendidikan yang telah memiliki rapor, jumlah yang sudah login ke dalam platform baru mencapai 2.580 atau 26,84 persen dari total satuan pendidikan, sedangkan yang telah melakukan eksplorasi dan unduh rapor pendidikan masing-masing 20 atau 0,21 persen dan 2.319 atau 24,13 persen dari total sekolah.

Kegiatan yang merupakan kolaborasi dengan dinas pendidikan itu juga melibatkan Kapten dan Co-Kapten yang merupakan pemimpin Komunitas Pendidik Belajar yang dikelola oleh Pusdatin-Kemendikburistek

“Selama 4 hari kegiatan terjadi peningkatan yang cukup signifikan dalam jumlah satuan pendidikan yang login, eksplorasi maupun unduh rapor pendidikan,” ujar Irfan.

Berdasarkan data pengakses, jumlah sekolah yang sudah login pada tanggal 8 Juni 2023 mencapai 3640 atau 37,87 persen dari total sekolah. Sedangkan yang sudah selesai eksplorasi mencapai 152 atau 1,58 persen dari total satuan pendidikan, dan yang telah mengunduh rapor sekitar 3.331 atau 34,66 persen.

Irfan menjelaskan, beberapa permasalahan yang berhasil diidentifikasi sebagai penyebab rendahnya akses rapor antara lain pemahaman sekolah masih rendah terhadap pentingnya rapor dan perencanaan berbasis data.

“Banyak satuan pendidikan yang tidak mengetahui adanya rilis/pembaharuan rapor pendidikan ke versi terbaru, serta masih ada satuan pendidikan yang terkendala dalam penggunaan akun belajar sebagai akun untuk mengakses rapor pendidikan,” ujarnya.

Platform Rapor Pendidikan menyajikan data hasil evaluasi sistem pendidikan yang dapat membantu satuan pendidikan dan pemerintah daerah untuk menentukan prioritas perencanaan dan penganggaran. Platform ini merupakan salah satu inisiatif Merdeka Belajar dalam mendukung Visi Pendidikan Indonesia untuk mendorong peningkatan dan pemerataan mutu pendidikan.

Sejak diluncurkan sebagai episode Merdeka Belajar yang ke-19 pada tahun 2022, Kemendikbudristek terus berupa melakukan penyempurnaan terhadap Platform Rapor Pendidikan. Pada tahun 2023 beberapa fitur ditambahkan untuk memudahkan pengguna membaca isi rapor.

Fitur tersebut antara lain, fitur ringkasan untuk mengetahui gambaran umum kondisi satuan pendidikan dan fitur Nilai delta untuk mengetahui perubahan capaian tahun lalu dibandingkan dengan tahun ini. Fitur lainnya seperti Indikator prioritas, akar masalah dan inspirasi benahi dirancang untuk mempermudah satuan pendidikan dalam mengetahui kondisi indikator prioritas dan akar masalahnya serta alternatif benahi yang bisa dijadikan rujukan penyelesaian akar masalah.

Di samping fitur tambahan, perluasan akses terhadap Platform Rapor Pendidikan juga termasuk bagian dari perubahan dilakukan. Sebelumnya, platform hanya bisa diakses oleh kepala sekolah yang memiliki akun admin belajar id, namun pada tahun 2023 baik guru dan operator data satuan pendidikan dapat membuka rapor pendidikan.

Secara umum tujuan yang ingin dicapai dengan pembaharuan Platform Rapor Pendidikan adalah mendorong Pemerintah Daerah dan Satuan Pendidikan untuk melakukan Perencanaan Berbasis Data, mempermudah pemerintah daerah dan satuan pendidikan dalam mengakses (mobile friendly), memberikan akses ke platform Rapor Pendidikan yang lebih luas, terutama kepada guru agar dapat terlibat dan berpartisipasi dalam perbaikan pembelajaran. (ron)