Pengisian Kepsek di Mataram Dihadapkan Masalah Minimnya Pengalaman Guru

0

Mataram (Suara NTB) – Regulasi terbaru pengisian jabatan kepala sekolah berasal dari guru penggerak. Di Kota Mataram sendiri sudah mengangkat 12 orang guru penggerak sebagai kepala sekolah pada mutasi awal tahun ini. Meski demikian, salah satu tantangan yang dihadapi Dinas Pendidikan Kota Mataram mengangkat guru penggerak yaitu masih minimnya pengalaman manajerial para guru penggerak yang usianya relatif muda.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram, Yusuf ditemuai di ruang kerjanya beberapa waktu lalu mengatakan, pihaknya terus memantau kepala sekolah yang diangkat dari guru penggerak. Pihaknya juga akan mengevaluasi perbedaan antara kepala sekolah dari guru penggerak dan kepala sekolah hasil Diklat calon kepala sekolah. “Sehingga bisa kami berikan masukan ke pemerintah pusat,” ujarnya.

Menurutnya, salah satu tantangan pengangkatan guru penggerak sebagai kepala sekolah yakni masih minimnya pengalaman manajerial dari guru penggerak yang usianya masih relatif muda. ‘’Angkatan keenam kemarin banyak. Angkatan VI ini saya melihat peserta cukup berpotensi, karna banyak rekan saya yang menjai tutor, menjai ketua MGPM, kita berharap mereka lulus, sehingga dapat mengisi kepsek yang masih kosong,’’ katanya.

Ia menyebutkan, Permendikbud nomor 40 tahun 2021 Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah menyebutkan syarat menjadi calon kepala sekolah adalah lulus S1, memiliki sertifikat pendidik, memiliki sertifikat guru penggerak, serta memiliki pangkat golongan III/b bagi guru yang berstatus PNS. Juga memiliki jenjang jabatan paling rendah Guru ahli pertama bagi Guru pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).

“Tantangannya juga, banyak guru penggerak yang dari guru PPPK. Sementara regulasi dari PPPK untuk pengangkatan kepala sekolah belum diatur,” ujarnya.

Salah satu PR pemerintah pusat, kata Yusuf, mengatur lagi regulasi. Ia menyoroti minimal calon kepala sekolah golongan III/b. Menurutnya, batas itu masih terlalu muda. “Mereka belum dibekali kepeimpinan kepala sekolah, seperti manajerial, karena dia harus megnelola manajemen SDM dan keuangan, tidak sebatas manajeman pendidikan saja,” jelas Yusuf yang juga Ketua PGRI NTB.

Pemerintah Kota Mataram telah mengisi kekosongan jabatan kepala SD dan SMP di Kota Mataram melalui pelantikan kepala sekolah pada Rabu, 1 Februari 2023 lalu. Sebanyak 49 kepala sekolah dilantik dalam kesempatan itu untuk mengisi kekosongan maupun mutasi dan rotasi. Dari 49 kepala sekolah dilantik, enam kepala sekolah dari jenjang SMP dan 43 di jenjang SD. (ron)