Truk Tabrak Rumah Warga di Kota Bima, 2 Meninggal dan 3 Kritis

0

Kota Bima (Suara NTB) – Sebuah truk menabrak rumah warga di Kota Bima, Kamis, 25 Mei 2023 sekitar pukul 12.30 wita. Dari kejadian itu, dua orang meninggal dunia. Sedangkan tiga lainnya dilarikan ke RSUD Bima dalam kondisi kritis.

Informasi yang dihimpun Suara NTB, kecelakaan lalu lintas (laka lantas) maut tersebut terjadi di jalan lintas Bima -Sape atau tepatnya di Kelurahan Kodo Kecamatan Rasanae Timur Kota Bima. Truk dam jenis Dina style 115 dengan nomor Polisi EA 9433 S, yang melaju dari arah timur langsung menabrak pintu pagar kediaman M. Nur H. Mursalin.

Di hadapan pintu rumah warga yang ditabrak truk dam dikemudikan supir yang diketahui bernama Marianus (50 tahun) itu, sedang ada aktivitas warga memasak untuk acara persiapan penutupan MTQ tingkat Kelurahan Kodo tahun 2023.

Akibat peristiwa itu, lima warga tertabrak dan langsung dilarikan ke RSUD Bima. Namun dua orang diantaranya yakni Ramlah (58 tahun), dan Hadijah (60 tahun) meninggal dunia. Sedangkan tiga orang, yakni Yudi (33 tahun), Mahfud (37 tahun) dan Turi (37 tahun) dalam kondisi kritis dan saat ini masih menjalani perawatan intensif di RSUD Bima.

Kasubag Humas Polres Bima Kota, Iptu Jufri mengakui peristiwa tersebut. Dari kejadian itu ada lima orang yang menjadi korban. Dua orang meninggal dunia serta tiga orang lainnya dalam kondisi kritis dan saat ini masih dirawat di RSUD Bima.

“Selain itu juga ada satu unit sepeda motor milik korban Yudi ikut tertabrak dan terlindas,” katanya.

Ia mengaku lakalantas tersebut sudah dilakukan olah TKP oleh Satuan Lantas. Truk dam yang posisinya terjerembab di TKP juga telah berhasil dievakuasi dengan menggunakan alat berat eksavator.

“Saat ini truk dam dan supirnya juga sudah diamankan untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya,” katanya.

Sementara untuk kedua korban yang meninggal sudah dikuburkan di TPU Kelurahan Kodo. Untuk keluarga korban Lakalantas diharapkan untuk bersabar serta menyerahkan sepenuhnya persoalan tersebut kepada pihak Kepolisian. “Persoalan ini akan tetap diproses sesuai ketentuan yang berlaku,” pungkasnya. (uki)