Triwulan I 2023, Realisasi Investasi NTB Rp7,8 Triliun

0

Mataram (Suara NTB) – Capaian nilai realisasi investasi Pemprov NTB pada triwulan I (Januari – Maret) tahun 2023 masih cukup stabil. Dimana realisasi investasi Pemprov NTB mencapai sekitar 35 persen atau sekitar Rp7,8 triliun dari target Rp22 triliun.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi NTB H. Mohammad Rum M.T mengatakan, jika tren positif bisa terjaga dengan baik setiap triwulannya, maka target investasi tersebut bisa tercapai di akhir tahun.

“Dari Rp7,8 triliun nilai realisasi investasi di triwulan I tersebut, realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp6,4 triliun dan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp1,4 triliun,” kata Ir.H.Mohammad Rum,MT saat memberikan rilis realisasi investasi di Pemprov NTB akhir pekan kemarin.

Nilai realisasi PMDN tertinggi Berdasarkan Kabupaten/Kota di Provinsi NTB, yaitu Kabupaten Sumbawa Barat (Rp2,4 triliun), Kota Mataram (Rp274 miliar) dan  Kabupaten Dompu (Rp44 miliar).

Sedangkan realisasi PMA tertinggi berdasarkan Kabupaten/Kota di Provinsi NTB yaitu Kabupaten Dompu (Rp1,73 triliun), Kabupaten Sumbawa Barat (Rp1,22 triliun) dan Kota Mataram (Rp356 miliar).

Berdasarkan nilai realisasi investasi Kabupaten/ Kota di Provinsi NTB. Kabupaten Sumbawa Barat mempeoleh nilai investasi tertinggi senilai Rp3,4 triliun, selanjutnya Kabupaten Lombok Tengah (Rp1,2 triliun), Kabupaten Sumbawa (556 miliar), dan yang paling rendah adalah Kota Bima (Rp546 juta).

“Nilai tersebut terdapat dari seluruh sektor, dan uang tersebut merupakan fresh money atau uang sudah terbelanjakan,” sebut Rum.

Adapun sektor yang mendatangkan investasi terbesar di Pemprov NTB adalah sektor ESDM dengan nilai Rp3,3 triliun, sektor pariwisata dan ekonomi kreatif sebesar Rp2,8 triliun, sektor perindustrian Rp911 miliar dan yang paling rendah adalah kesehatan, obat dan makanan sebesar Rp2,7 miliar.

Sebagai upaya untuk mencapai target Rp22 triliun tersebut, Pemprov NTB, melalui DPMPTSP membidik tempat-tempat yang berpotensi untuk mencapai target seperti Kereta Gantung, Hotel Kempinski, Pabrik Tepung Tapioka, dan Pelabuhan Niaga.

“Itu beberapa tempat menjadi target kita untuk mendatangkan pundi-pundi nantinya, dan masih ada beberapa tempat-tempat lainnya,” pungkas Rum. (ris)