PSI NTB Targetkan Kadernya Duduk di Kursi DPRD NTB

0

Mataram (suarantb.com) – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) NTB resmi mendaftarkan bakal calon legislatif (Bacaleg) Pemilu 2024 ke KPU NTB pada Sabtu, 13 Mei 2023. Partai politik yang digawangi anak muda itu bertekad untuk bisa menempatkan kadernya duduk di kursi DPRD NTB.

“Target kami tidak muluk-muluk, cukup kami dapat kursi satu fraksi dari 8 dapil DPRD NTB,” ucap Ketua DPW PSI NTB, Agus Kamarwan saat sesi jumpa pers usai menyerahkan berkas pendaftaran Bacaleg di KPU NTB.

Agus Kamarwan mengaku sangat optimis bisa meraih target tersebut dengan melihat formasi Bacaleg yang mereka turunkan, yakni hampir sebagian besarnya berusia muda, yang diyakini memiliki energi lebih besar dalam pertarungan merebut suara rakyat.

“Memang betul pemilu 2019 PSI NTB nol kursi, tapi 2024 ini (partai) yang lain harus berhitung ulang. Karena hampir 70 peserta bacaleg PSI generasi milenial. Di mana kekuatan generasi muda itu 10 kali lipat dari generasi tua,” katanya.

Diapun mengungkapkan alasannya kenapa harus generasi muda untuk memimpin. Karena zaman sudah berubah, dan generasi tua sudah tidak mampu untuk mengikuti dan menjawab tantangan bangsa saat sekarang ini. Sehingga jawaban permasalahan bangsa kedepan ada pada anak muda.

“Sudah waktunya tonggak estafet ini harus dipegang anak muda. Karena membentuk generasi muda itu lebih mudah dibentuk sesuai dengan keadaan zaman, daripada generasi muda yang sudah karatan, susah diajak berubah,” sebutnya.

Pada kesempatan itu mantan Ketua Partai Berkarya NTB itu mengatakan bahwa pemilu 2024 ini adalah momentum bagi anak muda untuk memegang estafet kepemimpinan. Sehingga dia meminta para politisi tua untuk istirahat dulu, dan memberikan kesempatan pada generasi muda untuk memimpin.

“Saya kira tidak ada orang tua yang ingin melihat anaknya tidak bermanfaat untuk bangsa dan masyarakat. Oleh karena itu saatnya berikan kesempatan pada generasi muda untuk memimpin. Mereka (Orang Tua) sudah berulangkali jadi Dewan tapi toh kondisi NTB tetap begini. Orang tua cukup hanya jadi penasehat bagi kami yang muda,” pungkasnya. (ndi)