SMPN 10 Mataram Bangun Karakter Siswa Lewat Pesantren Ramadhan

0

Mataram (Suara NTB) –  SMPN 10 Mataram melaksanakan kegiatan Pesantren Ramadhan selama bulan Ramadhan tahun ini. Kegiatan Pesantren Ramadhan di SMPN 10 Mataram terbagi menjadi dua bagian yaitu kegiatan belajar dan kegiatan pesantren.

Kepala SMPN 10 Mataram, Chamim Tohari pada Senin, 27 Maret 2023 mengatakan, pihaknya membagi kegiatan pesantren untuk masing-masing kelas, Senin dan Kamis untuk siswa kls IX, Selasa dan Jumat siswa kelas VIII, dan Rabu dan Sabtu untuk kelas VII. “Materi kegiatan terfokus pada belajar baca Al-Qur’an, fikih ibadah, dan materi tentang hadis akhlak. Sedangkan hari lainnnya tetap belajar diawali dengan ngaji masing-masing kelas dibimbing wali kelas atau guru jam pertama,” ujar Chamim.

Tujuan kegiatan ini, kata Chamim, untuk membangun karakter anak didik menjadi pribadi yang bertakwa kepada Allah SWT. Termasuk menyemarakkan datangnya bulan suci Ramadhan, bulan yang penuh rahmat dan ampunan melalui kegiatan pendalaman materi agama yang dianut masing-masing siswa.

“Sasaran yang kita harapkan adalah bulan Ramadhan bulan yang agung menjadi motivasi bagi siswa dan guru, pegawai untuk melaksanakan amal ibadah yang lebih baik sehingga sesuai dengan tujuan puasa agar menjadi insan mutakin,” harap Chamim.

Sebelumnya, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram meminta pihak sekolah SD dan SMP negeri dan swasta se-Kota Mataram mengembangkan kegiatan iman dan takwa (Imtak) selama bulan Ramadan. Kegiatan sekolah selama hari sekolah di bulan Ramadan 1444 Hijriah agar tetap diisi dengan proses pembelajaran yang bersifat akademis dan disesuaikan dengan kondisi masing-masing sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram, Yusuf mengatakan, pengaturan waktu jam pembelajaran setiap mata pelajaran maupun kegiatan imtak selama bulan Ramadan agar disesuaikan oleh masing-masing sekolah dengan ketentuan kegiatan pembelajaran dan kegiatan lainnya dimulai pukul 08.00 sampai dengan pukul 12.30 Wita.

“Sekolah melaksanakan kegiatan Ramadhan 1444 Hijriah dengan mengembangkan kegiatan Imtak yang mengarah pada peningkatan akhlak mulia, pemahaman, pendalaman, dan praktik amaliah keagamaan, baik di sekolah maupun melalui tugas rumah yang selaras dengan kegiatan imtak,” ujar Yusuf.

Masing-masing sekolah diberikan kebebasan memilih jenis kegiatan imtak. Sekolah diharapkan mengadakan persiapan yang diperlukan. Beberapa contoh kegiatanyang bisa dilakukan sekolah antara lain pesantren kilat, diskusi, muzakarah, dan musyawarah tentang tema-tema aktual keagamaan. Selain itu, latihan dakwah atau ceramah agama oleh siswa yang memiliki potensi. Bakti sosial, latihan baca tulis dan pendalaman Al-Qur’an, pengumpulan dan pembagian zakat fitrah serta salat tarawih. Serta kegiatan lainnnya. (ron)